Showing posts with label Elvira Natali. Show all posts
Showing posts with label Elvira Natali. Show all posts

Friday, November 18, 2016

[Virtual Book Tour] Review - (NEVER) LOOKING BACK – Elvira Natali



Penerbit : Gagasmedia
Genre : Romance Fiksi
Kategori : Adult
Terbit : 2016
Tebal : viii + 272 hlm
ISBN : 978 – 979 – 780 – 867 – 9
Harga : Rp. 60.000

“Satu-satunya cara untuk membunuh perasaan ini adalah selalu mencoba menjadi kuat, bukan? Tapi kau membuatku sadar, tak selamanya aku mampu bertahan sendiri.” – Casta – hlm. 258

Casta Abigael, yatim piatu yang sukses menjadi desainer di Paris. Karyanya ikut meramaikan event-event besar, banyak wawancara yang harus dia lalui, dan karyanya mulai dilirik oleh orang-orang penting. Bagi Casta, semua yang sekarang dia raih adalah bayaran yang setimpal dengan apa yang dia korbankan.
Meski kesuksesan merajai hidupnya sekarang, Casta tak pernah bisa melupakan masa lalunya. Seseorang yang begitu berarti, muse untuk hidupnya – dia tetap ada di hati Casta.
Muse bagi saya, punya sedikit makna berbeda dari arti sebenarnya. Dia bukan inspirasi untuk menciptakan busana. Tetapi, alasan saya untuk berani mewujudkan mimpi hingga akhirnya bisa berada di sini.” – Casta – hlm. 7

Pertemuannya yang tak disengaja dengan seorang seniman pasir – Philip Bouvier – seperti menggeser setiap kenangan yang masih menggelayuti hidupnya. Philip berhasil membuat hidup Casta berbeda.
“Manusia bisa memilih. Tapi kita tidak bisa selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, bukan?” – Casta – hlm. 195

Memang, masa lalu bisa begitu manis di saat itu. Namun, jika masa lalu itu hadir kembali di saat ini, mungkin rasanya sudah tak sama lagi, itulah yang Casta rasakan.
Sayangnya, meski masa lalu tak semanis dulu, namun masa lalu itu sudah merubah masa depan Casta. Dia hadir membawa hadiah besar untuknya. Hadiah yang membuat Casta tampak tak pantas untuk Philip.
Tapi, sampai kapan Casta bisa membohongi dirinya? Dia menginginkan Philip, namun rasanya sangat tidak adil jika Casta egois. Keadaannya saat ini akan menyakiti Philip. Jadi, jalan mana yang akan Casta tempuh?
“Andai semua kehidupan menyakitkan, hati kecilmu akan percaya bahwa di luar sana pasti masih ada sepotong kebahagiaan. Bagian yang menyenangkan. Awalnya, kau tak tahu apa itu, karena pengetahuanmu terbatas. Tapi seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan kebahagiaan itu.” – hlm. 266



(Never) Looking Back, novel yang berbicara tentang masa lalu, perfect mistake, sekaligus bercerita tentang kehidupan seorang desainer hebat yang tak lupa pada kebudayaan negerinya.
Berbicara tentang perfect mistake, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan besar. Dan, satu saja kita salah melangkah, maka jalan takdir kita pun seperti kereta yang berpindah rel.
Sama seperti yang terjadi pada Casta. Gadis pencinta tulip ini memiliki karier yang sukses. Meskipun sampai saat itu, dia masih dibayangi masa lalu.
Dia mulai menemukan sesuatu yang hampir menyempurnakan hidupnya, Philip Bouvier. Philip menawarkan apapun yang Casta belum dapatkan di hidupnya, rasa nyaman, rasa disayangi, rasa dilindungi.
Sayangnya, Casta melakukan kesalahan besar. Masa lalu Casta kembali, dan dialah yang membuat Casta dengan terpaksa memindahkan jalur hidupnya.
Casta yang memiliki karakter tampak kuat di luar, namun sebenarnya dia tetap saja gadis rapuh yang perlu perhatian ekstra karena hal-hal kecil di hidupnya saja dia tampak tak peduli, seperti : mengatur jadwal makan, dan istirahat untuk dirinya sendiri.
Dia tampak pas jika bertemu seorang seperti Philip Bouvier yang bisa selalu ada, perhatian dan mau berkorban untuk seseorang yang dia cintai.
Menurutku, pertemuan Philip dan Casta sangat manis. Dari tas belanjaan yang tertukar, sampai hadiah flat shoes yang cantik. Lalu, tentang seni pasir yang memukau, sampai cerita-cerita mereka mengenai kisah hidupnya masing-masing.
Mereka seperti takdir yang memang harus bertemu. Begitu pas, begitu cocok. Sayangnya, tidak menarik kalau tak ada sebuah tantangan. Ya, mereka harus menghadapi itu.
Di novel ini, penulis menceritakan tentang seni pasir. Awalnya, aku berpikir, seni pasir yang digeluti Philip ini seperti menggambar di atas pasir. Ternyata, seni pasir Philip berbeda. Sepertinya, lebih menarik. Aku jadi penasaran ingin melihatnya langsung.
Alur novel ini cukup cepat. Penulis memberi teka-teki tentang masa lalu Casta, dia tidak menyebut siapa orang tersebut sampai akhirnya masa lalu itu hadir di kehidupan Casta saat ini.
Menarik, banyak hal yang aku dapatkan di novel ini. Dari belajar tetap tegar meski hidup ini sulit. Menghargai setiap waktu yang kita lalui, karena hari esok tak akan sama seperti hari ini. Dan, tentang impian. Jangan takut bermimpi, jangan takut meninggalkan zona nyaman, karena mimpimu bisa jadi jalan menuju kesuksesan, sama seperti Casta.
Sedangkan dari Philip, aku belajar tentang pengorbanan untuk meraih kebahagiaan, belajar untuk menerima dengan lapang dada apapun kelemahan orang yang kamu cintai. Philip, dia tipe pria yang sangat mengagumkan.
Rating novel ini 4 dari 5 bintang.


Saatnya GIVEAWAY
Salah satu hal yang bikin aku senang jadi host blog tour adalah bisa bikin giveaway untuk para pecinta buku sekaligus sedikit berkontribusi dalam lahirnya sebuah buku. Meskipun, dalam giveaway ini hadiahnya sponsor dari penerbit, tetap saja rasanya menyenangkan.
Satu lagi yang menyenangkan, dalam giveaway aku bisa mengajukan pertanyaan apapun kepada peserta. Makanya, kali ini aku bakal kasih beberapa pertanyaan yang jawabannya mudah-mudah. Nggak usah takut, nggak ada salah benar di sini. Jadi, nanti siapa pemenangnya akan diundi. Aku hanya ingin kita saling share ringan saja.

Sebelum ke pertanyaan, kalian harus perhatikan rules di bawah ini dulu ya.
1.        Follow twitter @elpignutt , @OfficiaElvers  dan @Gagasmedia
2.        Follow Blog ini via GFC
3.        Bantu share giveaway ini. Cantumkan link-nya dan kasih hastag #GANLB
4.        Jawab pertanyaan ini :
a.      Setelah baca review di atas, apa yang kamu pikirkan tentang novel (Never) Looking Back?
b.      Apa sih yang bikin kamu teringat masa lalu? Masa lalu apapun, tidak harus cinta. Jawaban tidak perlu dijelaskan, cukup jawab saja apa hal tersebut.
c.       Jika Tuhan  memberimu pilihan, apakah kamu ingin mengulang masa lalu itu? Berikan alasan kamu maksimal 3 kalimat saja.
d.      Pernahkah kamu melakukan sebuah ‘Perfect Mistake’ di dalam hidupmu? Jika pernah, sebutkan – hanya sebutkan – apa kesalahan tersebut.

Biar terasa adil, aku akan menjawab poin b, c dan d. Yang a tidak perlu aku jawab, karena semua sudah aku uraikan di dalam review.
b. Apa sih yang bikin kamu teringat masa lalu? Bingkai jendela
c. Jika Tuhan  memberimu pilihan, apakah kamu ingin mengulang masa lalu itu? YA, karena saat itu rasanya manis sekali. Meski, jika diulang sekalipun, tetap saja akhirnya sama.
d. Pernahkah kamu melakukan sebuah ‘Perfect Mistake’ di dalam hidupmu? Pernah, salah ambil jurusan kuliah.

5.        Tulis komentar di bawah ini dengan format
Nama :
Twitter :
Follow GFC :
Link Share :        
Jawaban :
6.        Pemenang akan diundi menggunakan aplikasi Random Number.
7.        GA ini berakhir pada tanggal 25 Nopember 2016 jam 24.00 WIB. Dan, pengumuman pemenang diumumkan secepatnya.
8.        Jika kamu belum beruntung masih ada 7 blog lagi yang akan memberimu kesempatan mendapatkan 1 eksempler novel (Never) Looking Back karya Elvira Natali. Link Blog bisa di lihat di Banner.
9.        Semangat, semoga beruntung.

Sunday, April 24, 2016

[BLOGTOUR] Review & Giveaway - TWO SOULS by Elvira Natali



Penerbit : Gramedia
Genre : Romance, Fantasy, Fiksi
Kategori : Young Adult, Family Drama, Friendzone, Legenda
Terbit : 2016
Tebal : 232 halaman
ISBN : 978 – 602 – 03 – 2676 – 4
Harga : Rp. 58.000

Arlesta adalah keturunan Dewa Dionysus. Namun, meski dia keturunan dewa, Arlesta tetap hidup seperti manusia biasa. Dia tetap jatuh cinta, dan merasa kehilangan saat Roger pergi meninggalkannya, dia merasa hancur ketika sang ayah pergi selamanya, dan Arlesta bisa begitu bahagia karena ada Tante Teresa yang menggantikan peran ibunya yang tak pernah dia jumpai.
Arlesta juga tak bisa mengatur perasaannya. Tak seharusnya dia jatuh cinta pada Nick, seorang cowok yang sangat dicintai sahabat baiknya. Kelebihan Arlesta sebagi keturunan dewa hanya satu, kekuatan Victer, sebuah kekuatan yang bisa membangkitkan jiwa-jiwa yang sudah mati.
Lalu, disaat orang yang sangat dia cintai tiba-tiba pergi, bisakan Arlesta membangkitkannya lagi? Karena tak semua jiwa bisa dia kembalikan dengan begitu mudah, dan ada imbalan yang harus dia bayar untuk sebuah keajaiban yang dia tiupkan.
“Apapun yang terjadi dalam hidup, teruslah berjalan ke depan, bahkan dengan melawan arus sekalipun.” – Richard – hlm. 53
Two Souls, sebuah novel romance yang beraroma fantasi. Bercerita tentang Arlesta yang harus hidup sendiri tanpa kedua orang tuanya. Namun, dia bisa tegar menerima takdirnya. Arlesta yang kuat dan punya hati yang lembut memang pantas mendapatkan kekuatan sebagai victer.
Sosok Nick diciptakan sebagai cowok yang asyik, dengan kemampuan bermain piano di atas rata-rata. Konfliknya dengan keluarga membuat jati dirinya yang mandiri tereksplor keluar. Cowok kayak Nick begini memang pantas untuk merebut banyak hati di sekitarnya.
Di novel ini juga berbau friendzone. Namun, penulis tidak membuatnya rumit. Friendzone yang sederhana ini malah menjadikan ceritanya terasa soft dan nggak maksa. Cara masing-masing tokohnya – Nick, Arlesta dan Sandra – menghadapi problem ini juga perlu dicontoh jika kamu punya masalah serupa. Jangan menjauh saat cinta itu tidak bertaut, jangan egois meskipun kamu tahu hati itu untukmu jika harus mengorbankan persahabatan, dan terima apa yang akan terjadi jika Tuhan memang menakdirkan cinta itu untuk orang lain.
Ada beberapa adegan dari masa lalu yang diceritakan kembali. Adegan-adegan itu malah terkesan sweet dan penuh makna. Aku juga suka konsep A Sweet Treats – Kafe baru yang dirintis Teresa dan Arlesta. Juga AMI, sekolah musik tempat kerja Arlesta dan Nick. Konsep AMI terasa seperti istana para dewa.
Banyak misteri di novel ini. Pertama, aku dibuat bertanya kenapa Arlesta tidak bisa membangkitkan jiwa ayahnya? Kedua, sebenarnya ke mana ibu Arlesta? Ketiga, kenapa Nick mencari keberadaan ayah Arlesta – Richard Swann? Keempat, sebenarnya siapa sebenarnya ayah Arlesta? Kelima, pasti ada sebuah hubungan yang mengikat Arlesta dan Nick. Dan, masih ada beberapa pertanyaan lainnya.
Beberapa sudah terjawab. Namun, karena novel ini ada kelanjutannya, tidak semua pertanyaan bisa dijawab. Ending yang menyertai novel ini malah menimbulkan pertanyaan baru, dan bikin penasaran. Berharap, penulis bisa segera menyelesaikan seri keduanya. Aku yakin, jawaban atas pertanyaanku ada di sana.
***
Saatnya GIVEAWAY
Mau novel TWO SOULS gratis? Nah, silahkan simak rules di bawah ini :
1.        Follow twitter @dianputuamijaya dan @elpignutt
2.        Follow Blog ini via GFC (Bukan Google+)
3.        Ajak 3 temanmu untuk ikutan GA ini. Cantumkan link-nya dan kasih #GA2SOULS
4.        Jawab pertanyaan ini, “Seandainya kamu mendapatkan kesempatan untuk memiliki kekuatan, kekuatan apa yang ingin kamu miliki? Kasih alasannya, nggak usah panjang-panjang.
5.        Tulis komentar di bawah ini dengan format
Nama :
Twitter :
Follow GFC :
Link Share :
Jawaban :
6.        Pemenang akan diundi menggunakan aplikasi Random Number.
7.        GA ini berakhir pada tanggal 1 Mei 2016 jam 24.00 WIB. Dan, pengumuman pemenang diumumkan secepatnya.
8.        Jika kamu belum beruntung masih ada 4 blog lagi yang akan memberimu kesempatan mendapatkan 1 eksempler novel Two Souls karya Elvira Natali.
9.        Semangat, semoga beruntung.


 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos