Showing posts with label Laluna and Friends. Show all posts
Showing posts with label Laluna and Friends. Show all posts

Saturday, February 6, 2016

[Review] RULES OF ATTRACTION “Peraturan yang merubah segalanya”



Penulis : Simone Elkeles
Penerjemah : Angelic Zaizai
Penerbit : Laluna and Friends
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Young Adult, Gangster, Terjemahan
Terbit : November 2013
Tebal : 397 hlm
ISBN : 978 – 602 – 971 – 977 – 2
Harga : Rp. 58.000
Carlos Fuentes harus menerima dengan berat hati bahwa dia akan dikirim ke Amerika kembali untuk tinggal dengan kakaknya, Alejandro Fuentes, demi keselamatannya.
Di hari pertama dia sekolah, Carlos bertemu Kiara Westford, gadis yang bukan seleranya sama sekali. Sepertinya, Kiara mengenal kakaknya. Karena itu, Carlos tidak heran jika Kiara-lah yang mendapat tugas menjadi pemandu-nya untuk mengenal lingkungan sekolah. Carlos tidak butuh pemandu. Dia sering membuat Kiara merasa kesal dengan tingkahnya.
Seorang gadis bernama Madison kembali membawa Carlos ke dekat dunia gengster. Dia yang sudah lama diincar harus masuk perangkap mereka. Di dalam loker Carlos ditemukan narkoba. Carlos hampir masuk penjara jika Profesor Westford tidak menolongnya. Sebagai konsekuensinya, Carlos harus mau tinggal di rumah Westford dan mengikuti program REACH.
“Percaya atau tidak, secara naluriah manusia ingin meraih kesuksesan.” – Mr. Kinney – hlm. 143

Rumah itu penuh dengan aturan, dan Carlos jelas tidak suka. Apalagi, dia harus lebih sering berurusan dengan Kiara Westford. Perlahan, rasa itu tumbuh. Namun, Carlos bukan orang yang pantas untuk Kiara – dia sangat sadar itu. Apalagi, dia sedang terancam bahaya. Carlos tidak ingin Kiara, keluarga Westford dan juga Alex terkena imbasnya.
 “Masalahnya orang yang sangat kusukai hanya ingin main-main. Aku tidak ingin main-main dengan Carlos. Aku akan menuruti keinginannya berlagak seolah hubungan kami hanya sementara dan kasual, tapi setiap kali kami bersama, rasanya terlalu benar untuk menjadi hubungan sementara atau kasual.” – Kiara Westford – hlm. 231
Rules of Attraction adalah seri kedua dari Perfect Chemistry. Jika novel pertama tentang Alex Fuentes dan Brittany Ellis, kali ini cerita berpusat pada adik Alex, Carlos Fuentes dan gadis gagap bernama Kiara Westford.
Novel masih mengusung tentang gengster, narkoba dan kisah cinta berbeda ras. Namun, di novel pertama ketegangan terus melanda, di novel ini lebih terasa ringan meskipun tokoh – Carlos – lebih berandalan dari pada Alex.
Carlos punya sifat ingin selalu memberontak, tidak suka diatur, dan benci peraturan. Dia ingin bebas, melakukan apapun yang dia mau. Tapi, keluarganya memaksanya untuk kembali ke Amerika dan tinggal bersama kakaknya agar dia lebih aman.
Namun, hidup keluarga Fuentes memang selalu punya urusan dengan gangster. Kali ini, Carlos dibuat pusing oleh Bandar narkoba yang menginginkannya menjadi bagian dari mereka. Carlos dijebak hingga hampir masuk penjara. Satu-satunya cara untuk menyelamatkannya, di harus mau tinggal di rumah keluarga Westford dengan berbagai aturan yang membuatnya pusing.
Di sanalah dia semakin jatuh hati pada gadis yang awalnya membuat Carlos kesal. Kiara, gadis itu membuat Carlos harus melupakan semua tekatnya untuk tidak lagi jatuh cinta.
Kiara Westford, dia kebalikan dari Brittany Ellis. Kiara sama sekali tidak feminim. Dia lebih suka tampil dengan kaos kedodoran dan apa adanya. Hobinya mengotak-ngatik mobil dan dia punya kelemahan dalam berbicara. Jika dia sedang gugup, dia akan menjadi gagap.
Namun, Kiara tak selemah apa yang aku rasakan pertama kali. Ternyata, Kiara bisa jadi gadis yang sangat pemberani melawan Carlos. Dia hebat karena bisa mengemukakan apa yang dia rasakan meskipun dia tahu, Carlos bukan orang yang akan menerimanya dengan mudah.
Keluarga Westford adalah jenis keluarga yang cukup sempurna. Dari mereka, kita bisa belajar arti keterbukaan dalam berkomunikasi dalam keluarga. Aku juga suka karakter ayah Kiara dan ibunya yang sangat menyenangkan. Brandon, adik Kiara juga sangat lucu. Dia berhasil memancing sisi lembut Carlos.
Endingnya membuat aku tersenyum. Carlos seperti mendapatkan balasan atas sikapnya dulu kala. Dia harus menghadapi sosok yang sangat mirip dengannya.
Rating 3,4 dari 5 bintang.


Sunday, January 31, 2016

[Review] PERFECT CHEMISTRY – Reaksi Kimia Merubah Segalanya





Penulis : Simone Elkeles
Penerjemah : Angelic Zaizai
Penerbit : Laluna and Friends
Genre : Roman, Fiksi
Kategori : Young Adult, Family Drama, Gangster
Tebal : 455 hlm
Terbit : Juli 2013
ISBN : 978 – 602 – 971 – 974 – 1
Harga : Rp. 59.500
Alejandro ‘Alex’ Fuentes, terpaksa menjalani hidupnya sebagai anggota Gang Latino Blood untuk melindungi keluarganya setelah ayahnya meninggal. Dia mengorbankan dirinya, agar adik-adiknya tak perlu menjalani apa yang dia alami. Dia ingin, adik-adiknya mempunyai hidup yang lebih baik.
“Kadang-kadang orang baik terpaksa melakukan hal-hal yang tidak baik. Iya kan?” – Luis Fuentes

Brittany Ellis, dia berusaha menampilkan kehidupan yang sempurna, karena menurut Brittany itulah yang diharapkan dari keluarganya. Namun sebenarnya, apa yang tampak dari luar tak sesuai dengan diri Brittany yang sebenarnya. Dia lemah, dia sangat butuh sandaran, dan dia tak sempurna.
“Kita ini aktor dalam hidup kita, berpura-pura jadi pribadi yang kita inginkan untuk dilihat orang lain.” – Alejandro Fuentes – hlm. 190

Kemudian, Kelas Kimia mempertemukan mereka dalam satu kelompok belajar. Jelas, Brittany tidak menyukai kehadiran Alex di dekatnya. Brittany yang menginginkan nilai sempurna, tampak tidak yakin pada patnernya. Dan lagi, Alex sangat senang menggodanya. Mereka bukan patner yang cocok.
“Awalnya mereka semua juga mengatakan seperti itu. Jangan biarkan kehidupan di luar sekolah menentukan masa depanmu.” – Mrs. Peterson – hlm. 86

Kata siapa? Beberapa hal di dalam diri manusia tidak bisa dikendalikan dengan mudah oleh otak, terutama hati. Apa yang tidak mungkin, mungkin saja akan terjadi.
Apakah Brittany Ellis sisempurna akan takluk pada anak dari dunia gelap, Alejandro Fuentes?
“Sejujurnya, apa pendapatmu tentang aku dan Alex?” – Brittany Ellis
“ Sejujurnya, mungkin kau adalah hal terbaik yang pernah terjadi pada hidupnya.” – Paco – hlm. 303


Perfect Chemistry adalah seri pertama dari Perfect Chemistry. Novel ini dibawakan dengan sangat ringan meskipun tema yang diusung cukup berat dan gelap. Gangster, narkoba, bahkan pembunuhan. Kemudian dicampur dengan kesempurnaan, kecantikan dan konflik perbedaan strata sosial.
Aku menyukai novel ini sejak kalimat pertamanya. Penuh intrik dan konflik. Tak pernah ada bagian yang tidak menegangkan dan menyenangkan. Kedekatan Brittany dan Alex benar-benar membuat aku tak bisa berhenti membacanya.
Brittany Ellis, dia gadis yang cantik, berambut pirang, dengan mata biru. Dia ketua cheerleader dengan rumah mewah, mobil keren dan baju bermerk. Namun, kesempurnaan Brittany hanya kedok belaka. Dia menyembunyikan banyak hal dalam hidupnya. Dia tak ingin orang luar tahu seperti apa dirinya yang sebenarnya.
Alejandro Fuentes, seorang Mexicano berkulit dan berambut gelap. Dia tampak sempurna dengan gambaran tubuh memikat dan paras yang menggoda. Alex tampak seperti bad boy, namun dia laki-laki yang baik. Dia menyayangi keluarganya, sampai-sampai rela menjadi anak gang.
Konflik di antara mereka benar-benar seru. Aku sangat suka setiap kali mereka berinteraksi. Termasuk kejadian-kejadian yang mereka alami, kadang bisa sangat sweet, kadang sedikit menyakitkan.
Brittany punya keluarga yang penuh konflik. Awalnya, dia berusaha untuk meredam konflik itu dengan menjadi sempurna. Tapi, bersama Alex membuat Brittany lelah bersembunyi. Dia mulai berani menunjukkan siapa dirinya.
Sedangkan Alex, dia harus diuji antara memilih cinta atau kehidupan gangsternya. Dia sangat mencintai Brittany Allis, tapi jika dia berkhianat, maka konsekuensinya adalah nyawa. Dia juga mempunyai pertanyaan besar, siapa pembunuh ayahnya?
Ending novel ini tidak menggantung meskipun ada seri-seri berikutnya. Dan, aku suka endingnya.
Yang sedikit mengganggu adalah adanya beberapa kata dalam bahasa Maksiko yang dibiarkan – tidak diterjemahkan langsung, namun menggunakan catatan kaki. Sebenarnya, akan lebih enak jika semua langsung di translate.
Rating untuk novel ini 4,5 dari 5 bintang.

Wednesday, July 15, 2015

Resensi – DISTANCE BETWEEN US “Kau terkecuali untukku”



Penulis : Kasie West
Penerjemah : Lisa Indriana Yusuf
Penerbit : Laluna and Friends
Genre : Romance
Kategori : Young Adult, Family Drama, Terjemahan
Terbit : Februari 2014
Tebal : 398 hlm
ISBN : 978 – 602 – 971 – 975 – 8
Harga : Rp. 59.000
“Yang selalu kuingat dari orang kaya adalah mereka menganggap orang miskin sebagai selingan yang menyenangkan, mereka tak akan pernah menganggap kami serius. Tidak apa-apa. Orang kaya adalah spesies yang hanya akan kuamati dari jauh. Aku takkan bergaul dengan mereka.” – Caymen – hlm. 17

Seperti itulah cara pandang Caymen Meyers pada orang-orang kaya. Si gadis yang ucapannya terdengar sarkartis ini selalu menganggap orang kaya sebagai lelucon, sekaligus kalangan yang tak ingin dia sentuh. Ini bukan tanpa alasan. Pengalaman pahit ibunya, sekaligus bagaimana asal-usul Caymen dilahirkan, membuat dia menjadi cukup berhati-hati pada orang kaya.
Semua itu sebelum Xander Spencer muncul di toko porselin bonekanya.  Xander si orang kaya yang sikapnya sangat menyebalkan saat pertama kali mereka bertemu. Xander adalah cucu Mrs. Dalton, wanita tua yang menjadi langganan Dolls and More – nama toko Caymen.
“Mungkin kau harus membiarkan dirimu merasakan kegagalan. Kegagalan hebat. Setelah itu mungkin kau takkan takut lagi.” – Caymen – hlm. 154

Sikap Caymen yang selalu berseloroh dengan tajam membuat Xander tertarik padanya. Awalnya, dia sering muncul di pagi hari dengan segelas cokelat panas yang sudah disesapnya sekali dan muffin blueberry dari Toko Roti Eddie yang selalu dia persembahkan pada Caymen. Xander menambahkan kegiatan uji coba carier untuk sering menemuinya. Lengkap sudah, ini membuat mereka semakin dekat, membuat benteng tinggi Caymen perlahan runtuh.
Caymen menyukai Xander. Dia mengakui hal itu. Tapi, benaknya selalu saja menduga bahwa Xander hanya memanfaatkannya, Xander ternyata sudah punya kekasih, Xander tidak benar-benar tertarik dengannya, dia hanya sedang mencari kesenangan bersamanya, dan masih banyak lagi. Belum lagi, Caymen tahu pasti, ibunya tak akan suka dia bersama Xander.
“Dia memang memiliki banyak pilihan yang terbuka lebar. Sebagian orang hanya akan terjebak dengan apa yang ada di depan matanya.” – Caymen – hlm. 275

Hidup Caymen yang penuh kecemasan karena tokonya yang mulai bangkrut, lalu misteri dibalik telpon dari rumah sakit, tentang keluarga ibunya, tentang ayahnya, dan tentu saja tentang Xander membuat Caymen tak bisa tenang.
Ibu yang dia pikir selalu bercerita apapun dengannya ternyata mempunyai banyak misteri. Padahal, Caymen merasa bersalah karena membohongi ibunya tentang Xander.

Distance Between Us, novel ini cukup seru, dan manis. Awalnya, aku mengira akan bertemu Caymen dan Xander yang selalu bertengkar, khas novel roman yang benci jadi cinta. Memang, awalnya Caymen benci – bukan, bukan benci – tapi, Caymen memang sudah alergi pada orang kaya jelas tidak menyukai sosok Xander yang terkesan superior, mempesona dan tentu saja kaya. Tapi, Caymen tidak membencinya, hanya kurang suka – ah, mungkin lebih tepat dibilang tidak suka!
Aku sangat menyukai cara bicara Caymen yang terkesan ketus menkipun dalam taraf sedang bercanda. Mulutnya padai sekali menghasilkan kata-kata sarkartis yang mencengangkan. Mungkin, orang yang tidak mengenal Caymen akan meresa cewek ini menyebalkan dan bermulut pedas. Tapi, setelah mengenalnya, Caymen punya pesona tersendiri. Aku saja terpesona sama dia.
Xander, dia bukan tipe cowok gombal yang menye-menye. Caranya mendekati dan membuat Caymen merasa istimewa sangat unik, termasuk caranya memberikan segelas cokelat panas pada Caymen. Dia selalu menyesapnya sekali, baru memberikannya pada Caymen.
Lalu, kegiatan uji coba carier yang begitu memukau kalau idenya dari Xander. Tapi, kalau dari Caymen lebih banyak bikin geleng-geleng. Masak Xander disuruh mencoba menjadi penggalih kubur! Yang benar saja?
Poin positif lainnya adalah keluarga Xander. Mereka tidak memandang Caymen yang miskin dengan sebelah mata. Mereka tetap bersikap baik meskipun tahu siapa Caymen. Dan, tak ada tentangan sama sekali dari mereka meskipun mereka tahu sang putra kesayangan tertarik pada gadis miskin yang tinggal di atas toko boneka porselin.
Novel ini punya konflik yang sebagian tak bisa ditebak. Cara penyelesaiannya pun aku suka. Novel ini ringan, tapi bisa mengajarkan kita tentang suatu hal. Jangan menilai seseorang dari siapa dia sebenarnya, seperti apa kesan pertama kita padanya, dan jangan selalu terpaku pada masa lalu. Belum tentu masa lalu akan terulang kembali meskipun dengan subjek ataupun objek yang hampir sama. Akhir sebuah cerita tak selamanya berakhir sesuai perkiraan, kan?
Rating novel ini 4,3 dari 5 bintang. Yuhu, dia berhasil lolos dari proses bersih-bersih rak buku.


 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos