Sunday, March 13, 2016

[Master Pos] INDONESIA ROMANCE READING CHALLENGE 2016

 
Tahun ini aku tidak mau men-delete challenge yang satu ini. Alasannya karena aku memang maniak novel romance banget. Dan, kebanyakan yang aku baca memang Indonesian Romance. Kalau baca terjemahan, paling tak sebanyak yang Indonesian Romance.
Aku agak bimbang, nih mau pilih Hard atau Maniac. Tapi, percaya diri sajalah, aku pilih Maniac (Membaca lebih dari 30 buku)
Dan, maaf buat Mbak Rizky, aku baru sempat bikin Master Pos sekarang.
Buat yang mau ikutan ini syaratnya :
1. Indonesian Romance Reading Challenge ini berdurasi selama satu tahun, dimulai dari bulan Januari sampai Desember 2016. 
2. Memasang button IRRC 2016 di sidebar blog kalian dan memberikan tautan balik ke link postingan ini. 
3. Disarankan membuat master post dan menautbalikkan ke link post ini. Dan pada akhir tantangan, dipersilahkan membuat wrap-up post sebagai rekap hasil bacaan selama setahun ini. Jika tidak membuat masterpost, mohon setelah mendaftarkan link blog kalian dan juga alamat email di kolom komentar, sebutkan level yang akan kalian ambil di kolom komentar. 
4. Bagi yang tidak punya blog, bisa membuat shelf di Goodreads dengan nama shelf "IRRC 2016" dan silakan daftarkan linknya di kolom komentar. 
5. Syarat buku bacaan yang dapat diikutkan dalam IRRC 2016 ini adalah:
- Buku yang dibaca adalah buku fiksi bergenre romance, boleh berupa novel, antologi, kumpulan cerpen, novella, dan sejenisnya; bukan komik dan buku nonfiksi
- Buku yang dibaca harus buku karya pengarang Indonesia, bukan buku terjemahan karya pengarang luar negeri. 
- Buku yang dibaca boleh terbitan dari tahun kapan pun, penerbit mana pun, asal masih memiliki nuansa romance di dalamnya. 

6. Diperbolehkan re-read atau membaca ulang. 
7. Diharuskan menyelesaikan bacaan dan membuat review. Review dapat ditulis di blog (tidak harus blog buku, tapi masih merupakan blog aktif), notes Facebook, atau review Goodreads. 
8. Buku-buku yang dibaca boleh digabung dengan reading challenges lain yang teman-teman ikuti. 
9. Teman-teman dapat memilih level challenge IRRC 2016 berikut ini : 
Easy : membaca 1 - 10 buku
Middle : membaca 11 - 20 buku
Hard : membaca 21 - 30 buku
Maniac : membaca lebih dari 30buku
Naik level diperbolehkan. Mohon untuk memberitahukan lewat kolom komentar di http://rizkymirgawati.blogspot.co.id/2016/01/master-post-indonesian-romance-reading.html?m=1 jika teman-teman berencana naik level.
10. Pendaftaran dibuka mulai hari ini, 12 Januari 2016 sampai 30 November 2016 
11. Update reading progress akan dibuka setiap tiga bulan sekali. Akan diadakan giveaway untuk peserta yang mengupdate progressnya saat link update dibuka.
Giveaway Indonesian Romance Reading Challenge 2016
1. Di akhir acara, akan dipilih 2 (DUA) orang yang menyelesaikan tantangan dengan jumlah buku bacaan terbanyak. Hadiah yang aku sediakan adalah voucher buku sebesar Rp200.000 (untuk pemenang pertama) dan Rp 150.000 (untuk pemenang kedua). Artinya, hadiah hanya berlaku bagi peserta yang berada di wilayah Indonesia saja.
2. Doakan saja ya kalau ada rezeki lebih banyak, mungkin ada penambahan hadiah. Dipersilahkan untuk kalian yang ingin menjadi donatur, dengan lapang dada aku akan menerimanya.

Jika ada masih yang kurang dimengerti dan ingin ditanyakan, silahkan layangkan pertanyaan di kolom komentar postingan ini, atau ke twitter @RizkyMirgawati atau via surel kikyavis[at]gmail[dot]com.

[Review] CINDY AND THE PLAYBOY PRINCE “Terjerat Cinta”



Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Adult, Amore
Terbit : Januari 2013
Tebal : 256 halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 9190 – 2
Harga : Rp. 45.000
Cindy bukan shoes designer, tapi dia sering kali membuatkan Tatiana atau orang-orang terdekatnya sepatu yang cantik. Bahkan, untuk pernikahan Tatiana dan Michael, Cindy juga yang men-design-nya.
Namun, Cindy mempunyai perasaan terpaksa saat membuat sepatu itu, karena bagi Cindy, Tatiana dan keluarganya lah yang membuatnya menderita. Saking kesalnya pada Tatiana, Cindy melempar sebelah sepatu pernikahan Tatiana yang akan dikenakannya esok hari. Sial, sepatu itu mengenai seseorang. Dan sialnya lagi, yang terkena sepatu itu adalah Patrick, si Playboy Prince.
Kejadian itu berakhir menjadi bencana saat dipagi harinya, Cindy terbangun di atas tempat tidur Patrick. Ini bukan hal bagus, Cindy sangat tahu. Dia ingin melarikan diri dari Patrick, sampai-sampai dia mengaku bernama Ella agar Patrick tidak bisa menemukannya setelah hari itu.
Sangat disayangkan, permainan ternyata baru saja dimulai. Patrick sudah terlanjur tertarik pada Cindy dan bertekat akan mendapatkannya.
Pertanyaannya, apakah Cindy bisa ditaklukan si Playboy Prince? Bagaimana reaksi Patrick saat tahu siapa sebenarnya Cindy?

Cindy and The Playboy Prince, novel keempat dari Astrid Zeng yang telah aku baca. Kali ini, penulis memilih dongeng Cinderella. Meskipun, di novel ini punya kisah yang agak berkebalikan dengan kisah Cinderella.
Cindy memang hidup dengan ibu tirinya, tapi ibu tirinya baik. Cindy bukan dari keluarga kaya raya seperti Tatiana, Bellatrix, dan yang lainnya, namun akhirnya dia bertemu seorang cowok yang kaya raya. Lalu, pertemuan pertama Cindy dan Patrick memang karena sebuah sepatu, sayangnya sepatu itu melayang, bukan ditemukan Patrick karena tergeletak, tertinggal di tangga.
Cerita kali ini cukup menarik. Banyak konflik yang tidak membuat bosan. Karakter Cindy yang egois, keras kepala, dan pendendam tampak hadir dengan rasa yang tidak menyebalkan. Jika aku belum mengenal Tatiana, Tecla, dan keluarganya, mungkin di awal cerita aku akan menganggap mereka telah jahat pada Cindy. Namun, karena aku sudah tahu seperti apa mereka, aku jadi penasaran kenapa Cindy begitu membenci mereka.
Patrick digambarkan sebagai playboy, namun di novel ini aku tidak menemukan satu saja tingkah Patrick yang seperti playboy. Yang tidak aku suka, Patrick punya anting berlian di telinganya. Ya, ini karena aku memang nggak suka cowok bertindik, bergiwang, dan teman-temannya. Kalau bertato sih, okelah.
Pertemuan mereka tampak seru, tahap pendekatan mereka juga asyik. Lalu, akibat yang timbul karena Cindy membohongi Patrick juga bisa diterima. Sepertinya, karena trauma pernah dibohongi cewek bernama Cindy, membuat masalah ini jadi agak berat.
Penyelesaiannya memang sudah diusahakan senatural mungkin, dan lumayan-lah, nggak terasa instan-instan banget. Apalagi, ada konflik berikutnya yang timbul karena kebohongan Patrick. Rasanya, seperti naik bianglala, berputar naik turun.
Untuk endingnya, manis banget. Aku suka cara Patrick melabuhkan cintanya. Serius, kalau aku jadi Cindy, mungkin aku akan menangis terharu sampai susah menghentikan tangisku.
Ratingnya 3,3 dari 5 bintang.

Friday, March 11, 2016

[Review] HAPPILY EVER AFTER “Slice of Live”




Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagasmedia
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Young Adult, Family, Friendship
Terbit : 2014
Tebal : x + 358 halaman
ISBN : 979 – 780 – 770 – 2
Harga : Rp. 63.000

Lulu menyukai dongeng, sangat. Namun, dia sangat sadar, hidup di dunia nyata tak pernah semudah di dunia dongeng. Happily ever after? Rasanya, tak ada kisah yang seperti itu. Apalagi, setelah Karin – sahabatnya – berubah dari itik abu, menjadi angsa yang begitu cantik di sekolahnya, lalu meninggalkan Lulu yang masih setia dengan panggilan Lucifer dari teman-temannya.
“Inilah yang kurasakan detik ini : bahwa selamanya tidak pernah ada. Detik ini, selamanya berhenti, dan aku sadar, ungkapan kebahagiaan selama-lamanya adalah omong kosong belaka.” – Lulu – hlm. 61

Rasanya, belum cukup pedih ditinggalkan sahabat, Lulu juga harus menerima saat Ezra memutuskan hubungan di antara mereka. Hidup Lulu yang kalang kabut, didera berbagai cobaan, masih ditambah lagi satu rintangan. Rintangan yang terberat untuk Lulu. Ayahnya, orang yang paling dikaguminya, dan paling diidolakannya terkena kanker hati.
“Tapi, Lu, kalau kita terus mikirin sembuh nggak sembuh, kadang kita lupa untuk benar-benar hidup.” – Eli – hlm. 98

Di saat-saat terberat itu, Lulu bertemu Eli, cowok yang mengidap kanker otak. Lulu belajar banyak dari Eli tentang cara menerima keadaan dengan lapang dada. Dari Eli, Lulu bisa menemukan sedikit kebahagiaan di tengah kesedihan.
Namun, apakah Lulu berani melangkah lebih jauh bersama Eli? Lulu tahu dengan pasti, sama seperti ayahnya, Eli juga bisa pergi tiba-tiba.
“Alam semesta ini punya punya rahasianya sendiri, Lu. Yang perlu kita lakukan adalah percaya pada rencana-rencana di baliknya.” – Eli – hlm. 251
 
Happily Ever After, entah novel ke berapa dari karya Winna Efendi yang aku baca. Banyak yang bilang suka dengan sepotong hidup Lulu ini. Sepertinya, aku tidak merasakan hal yang sama.  Jujur, aku merasa novel ini gagal mempesonaku.
Aku memang kurang suka dengan gaya penulis memulai kisahnya. Tapi, biasanya setelah seperempat kisah aku lalui, aku sudah bisa menemukan sisi nyaman dan nagih untuk terus membacanya.
Sayang sekali, di novel ini aku tidak merasakannya. Mungkin, ini masalah selera. Aku memang tidak terlalu tertarik dengan kisah terlalu sendu, berbalut berbagai penyakit, dan aku juga bukan penggemar dongeng. Sedangkan novel ini mempunyai tiga hal tersebut.
Sebenarnya, meskipun ada tiga sisi itu, kalau cara berceritanya enak, dengan kisah yang punya kejutan-kejutan, aku bisa menyukainya juga. Seperti di novel People Like Us karya Yosephine Monica yang tokohnya juga mengalami sakit berat, aku tak melompati satu kalimatpun saking menikmatinya.
Lagi-lagi aku harus jujur, kali ini penulis menciptakan narasi yang terlalu mendayu, dan itu adalah kelemahanku. Kedetailan penggambaran cerita lewat narasi yang panjang juga kelemahanku. Kalau rasanya bagian itu bisa dipangkas sedikit, pasti lebih yummy. Nah, biasanya kalau ketemu dua unsur itu, aku hobi banget lompat-lompat kalimat. Ambil beberapa kalimat dalam satu paragraf, sekedar untuk menemukan benang merah cerita.
Meski begitu, aku menemukan bagian yang aku suka di novel ini, saat Lulu bertemu Eli, saat cinta mereka perlahan bersemi. Kayaknya, akan lebih seru kalau penulis fokus cerita ke mereka berdua. Tapi, novel ini memang didedikasikan untuk ayah Lulu, sih. Mau bagaimana lagi.
Karakter Lulu yang terkesan tak terlalu ambil pusing dengan semua yang terjadi dengannya – maksudku dengan keadaan di sekolah dan kondisi persahabatannya dengan Karin – membuat Lulu terkesan dingin. Sisi hangat Lulu hanya muncul saat bersama ayahnya, atau dengan Eli, itu yang aku tangkap.
Eli ini tipe cowok yang menyenangkan. Dia bisa begitu tegar dengan keadaanya yang kapanpun bisa saja menemukan akhir. Kejailannya membuat suasana novel ini sedikit berwarna.
Intinya, novel ini kurang berwarna, kurang pedas. Meskipun mellow, warna-warni dan kejutan juga sangat diperlukan.
Endingnya, menurutku itu happy ending. Kan, happy ending nggak harus ‘akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya’. Kalau masing-masing tokohnya bisa menemukan hidup yang lebih baik, tetap masuk happy ending.
Tapi, dari novel ini aku belajar banyak tentang rasa menerima keadaan, dan rasa bersyukur karena diberi kesehatan.
Rating untuk novel ini 1,2 dari 5 bintang. Kayaknya, aku yang ngasih rating terendah di goodreads. Tak apalah, seringnya aku kasih 3-4 bintang buat karya Winna Efendi.

Tuesday, March 1, 2016

PENGUMUMAN PEMENANG GIVEAWAY SYUKURAN



 Tanggal 29 Februari 2016 udah lewat. Berarti, Giveaway Syukuran juga sudah usai. Nggak nyangka, yang ikut lumayan juga. Terima kasih ya.
Sebelum diumumin pemenangnya, aku akan kasih list peserta undiannya dulu. Dan, ini adalah nama-nama calon pemenangnya :
1.      Hendi Setiyanto
2.      Fitra Aulianty
3.      Fiska Fadila
4.      Pida Alandrian
5.      Intan Novriza Kamala Sari
6.      Bintang Permata Alam
7.      Wika Agustina
8.      Yeyen Nursyipa
9.      Amilah Rahmatunnisa
10.  Nyi Penengah Dewanti
11.  Umi Marfa
12.  Ila Muizza
13.  Meilina Istanti
14.  Pricilia M
15.  Dera Devalina Rosilia
16.  Rhena Indria Haryono
17.  Putri Prama Ananta
18.  Bintang Maharani
19.  Evita MF
20.  Farida
21.  Nova Indah Putri Lubis
22.  Aya Murning
23.  SASYA
24.  Cahya
25.  Pramestya
26.  Aulia
27.  Didi Syaputra
28.  Annisa Ayundi Prastiwi

 
Sekarang saatnya memilih dua peserta beruntung.
Undian ini menggunakan aplikasi Number Random di Android. Aku akan memilih 1 peserta beruntung yang mendapatkan 1 paket buku dari Booklaza. Aku bocorin hadiahnya, ya. Paket bukunya berisi 1 buku dari Penerbit Visimedia dan 1 buku dari Penerbit Haru. Dan, undian yang kedua akan menentukan 1 peserta beruntung yang mendapatkan Pulsa 5.000.
Siapa dia?
Ini dia yang beruntung :

Selamat “DIDI SYAPUTRA” kamu yang beruntung mendapatkan 1 Paket Buku dari Booklaza

Berikutnya :


Selamat “FARIDA” kamu mendapatkan Pulsa 5.000

Buat yang belum beruntung, tetap Follow Booklaza, tetep pantengi Twitter @dianputuamijaya dan Blog dianputu26.blogspot.com karena kapan-kapan pasti ada seru-seruan lagi.
Sekali lagi terima kasih atas partisipasinya, doanya, dan komentar-komentar serunya. Semoga kita semua sehat selalu.
Oh iya, pememang akan dihubungi via Twitter ya. Tidak ada tanggapan 2 x 24 jam, akan dipilih pemenang lainnya.

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos