Friday, October 14, 2016

[Blogtour & Review] THE GIRL ON PAPER – Guillaume Musso




Penerjemah : Yudith Listiandri
Penerbit : Spring
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Adult, Terjemahan, Petualangan
Tebal : 440 halaman
Terbit : September 2016
ISBN : 978 – 602 – 74322 – 4 – 6
Harga : Rp. 84.000

Tom Boys, seorang penulis novel yang tersiksa oleh cinta. Aurora Valancourt – Pianis Prancis – memutuskan hubungan dengannya. Semua orang tahu, Tom Boys benar-benar dibuat patah hati olehnya.
Tom jatuh, benar-benar jatuh. Dia mengalami writes’s block parah, tenggelam di bawah pengaruh alkohol dan obat terlarang. Bahkan, dia diancam menanggung denda jika tidak bisa menyelesaikan kelanjutan seri ketiga Novel Des Anges. Satu lagi, karena sahabatnya, dia harus kehilangan semua harta kekayaannya.
 “Ah, baiklah, jadi menurutmu, terlalu bodoh untuk berpikir bahwa ada seseorang di luar sana yang bisa membuat kita bahagia, seseorang yang akan menemani kita menua?” – Tom – hlm. 51
“Tentu saja tidak, tapi kau meyakini hal lain. Kau yakin bahwa di Bumi ini hanya ada satu orang saja untuk semua orang. Seolah-olah setengah bagian yang hilang selalu mencari setengah bagian aslinya agar menjadi utuh kembali.” – Milo – hlm. 51

Rasanya kejutan dalam hidup Tom belum usai. Tiba-tiba saja seorang gadis hadir secara misterius di ruang tamunya. Gadis itu mengaku sebagai Billie Donelly – salah satu tokoh di dalam novelnya. Billie bercerita, dia jatuh dari buku seri kedua Des Anges edisi khusus yang mengalami salah cetak.
Dia pasti becanda. Atau, mungkin gadis itu sudah gila. Tapi, Billie benar-benar seperti Billie. Tom tidak ingin mempercayai gadis itu. Namun, semua yang ada di dirinya, apa yang dia ceritakan, semuanya.... benar-benar seperti Billie.  
“...Ayolah, Tom, santailah sedikit. Untuk apa begitu cemas. Biarlah hidup memberimu hal-hal baik, dan jangan selalu takut kehidupan akan menyakitimu.” – Milo – hlm. 192

Billie ingin kembali di kehidupannya di dalam buku. Meskipun, di sana Billie harus hidup menderita dengan kisah cinta yang tak pernah bertemu keberuntungan.
Dan, Billie membuat sebuah perjanjian. Dia akan membantu Tom mendapatkan Aurora kembali. Sebagai balasannya, Tom harus menulis seri ketiga Des Anges dengan membuat hidup Billie lebih baik di buku berikutnya.
“Aku tahu kita hanya layak mendapatkan cinta kalau kita memberikan seluruh jiwa raga kita kepadanya, mengambil resiko kehilangan segalanya... tapi aku tidak siap melakukannya, dan aku masih belum siap saat ini...” – Aurora – hlm. 240

Petualangan mereka dimulai dari California berlanjut ke Meksiko untuk mencari Aurora dan kekasihnya, lalu ke Paris untuk menyelamatkan hidup Billie.
Akankan perjalanan panjang ini hanya untuk memenuhi janji masing-masing? Ataukah akan timbul rasa di hati mereka. Namun, Billie dan Tom punya kehidupan yang berbeda. Tom hidup di dunia nyata, dan Billie di dunia fiksi. Apakah mungkin mereka akan bersama?
“Tidak ada hal lain yang bisa dilakukan : cepat atau lambat, pada akhirnya kehidupan nyata akan selalu menegaskan kemenangan dari dunia imajinasi.” – Tom – hlm. 370

The Girl on Paper, ini novel yang penuh kejutan, dengan teknik menulis yang sangat menarik, gaya bahasa renyah, konflik yang diramu sangat baik hingga apa yang terkesan biasa bisa begitu luar biasa.
Di novel ini, penulis menggunakan dua POV. Jika cerita terpusat pada Tom, maka Penulis menggunakan sudut pandang Tom. Jadi, kita bisa lebih dekat dengannya, mengetahui isi hati dan jalan pikirannya. Dan, saat cerita terpusat pada orang lain, baik Milo, Carole, atau tokoh pendukung lainnya, Penulis merubah sudut pandang menjadi orang ketiga.
Biasanya, aku kurang menyukai penggunaan lebih dari 1 POV dalam satu cerita. Namun, di novel ini terasa baik-baik saja dan pas. Mungkin, karena novel ini punya banyak kisah yang dijalin menjadi satu dengan benang merah yang sama.
Bahkan, di dalam satu bab – nantinya – kita akan disuguhi kisah yang akan berubah-ubah. Tidak terus berlanjut tentang Tom dan Billie, namun akan bergantian dengan Milo dan Carole. Teknik ini membuat aku tidak mudah bosan karena ada variasi di setiap bagian.
Saat bertemu prolog, aku penasaran dengan maksud potongan-potongan berita tentang Tom dan Aurora. Setelah menyelesaikan prolog itulah aku merasa Guillaume Musso benar-benar penulis yang sangat cerdik. Aku belum pernah menemukan cara menulis seperti itu.
Di bab pertama, aku bertemu dengan Tom yang sangat berantakan. Dia benar-benar seperti mayat hidup yang rohnya entah pergi kemana. Milo – sahabat sekaligus rekan bisnis Tom – mencoba untuk membuatnya sadar, bahwa hidup tidak sekedar untuk menyerah karena cinta. Masih banyak hal yang harus dia perjuangkan, yaitu buku seri ketiganya yang sudah ditunggu oleh pembaca.
Tom tak mau tahu, dia hanya peduli pada dirinya sendiri yang sedang patah hati. Dia hanya butuh Aurora untuk membuat hidupnya kembali bernyawa. Tapi, Aurora bukan miliknya lagi.
Kejutan muncul saat Billie hadir di ruang tamu Tom dengan keadaan tanpa busana. Dia mengaku jatuh dari buku Tom – seri kedua dari Des Anges. Jelas itu seperti bualan bukan? Ya, itulah yang dipikiran Tom.
Billie hadir dengan karakternya yang lugas, keras kepala, dan tak pernah mau kalah. Di awal pertemuannya dengan Tom, mereka seperti sepasang kucing dan anjing, yang siap berseteru kapan saja.
Petualangan ke Meksiko membuat kisah ini semakin seru. Berawal dari aksi nekat Tom yang terjun bebas dari lantai dua ruang praktek psikaternya, lalu Billie yang muncul dan mengajak Tom pergi ke Meksiko dengan Bugatti Milo, hingga kisah dikejar polisi, dan seterusnya, benar-benar membuat aku terus bertanya, bagaimana problem-problem ini akan diselesaikan?
Selain kisah Tom dan Billie, novel ini juga punya kisah masa lalu kelam seorang polisi wanita – sahabat Tom dan Milo – Carole. Dialah yang menyimpan rahasia latar belakang Tom menulis Trilogi Des Anges.
Selain Tom dan Billie, Milo dan Carole juga punya kisah petualangannya sendiri, mencari buku kedua edisi khusus yang mengalami salah cetak, buku yang menjadi pintu keluar Billie dari dalam buku.
Buku seri kedua cetakan khusus itupun punya perjalanan sendiri. Dia bertemu dengan orang-orang dengan berbagai latar belakang. Dia berkeliling dunia, dan menyimpan kenangan-kenangan dari para pemiliknya.
The Girl on Paper, ternyata punya penyelesaian yang tak tertebak. Jawaban-jawaban dari rahasia yang coba dia ceritakanpun sangat tidak terduga. Ikatan Tom dan Carole tidak sekedar teman, ada sesuatu yang mengikat mereka.
Novel ini mengajarkan banyak kepadaku, tentang cinta, tentang kerja keras, tentang tekat, dan tentang persahabatan. Bahkan, buku ini bercerita tentang makna sebuah novel untuk penulisnya sekaligus untuk pembacanya.
Aku suka penyelesaiannya. Sekali lagi aku harus berkata, penyelesaian novel ini benar-benar mengejutkan. Banyak hal yang mampir di otakku, tentang bagaimana Billie akan kembali ke buku. Namun, ternyata aku salah.
Rating untuk novel ini 4,3 dari 5 bintang. Dan, aku rasa, jika novel ini dibuat film akan sangat menarik.
Kamu ingin merasakan keseruan novel ini? Ada 1 eksempler novel The Girl on Paper Gratis untuk kamu. Kesempatan kamu hanya sampai tanggal 21 Oktober 2016. Caranya, buka link disini.

52 comments:

  1. Novel ini kok mengingatkan aku sama goosebumps ya :D Yang tokoh-tokoh novelnya bisa keluar. Seru kayaknya :D

    ReplyDelete
  2. Setelah sukses baper nonton K-Drama W yang tokoh webtoonnya bisa keluar, sekarnag dibuat baper dengan kisah Billie yang keluar dan menemui penulisnya. Membuat penasaran bagaimana keseluruhan kisahnya.

    Jadi berharap ada tokoh favorit yang keluar pas aku baca bukunya juga :D

    ReplyDelete
  3. Wih penasaan banget sama novel ini, ceritanya kayaknya seru dan tak teduga

    ReplyDelete
  4. Baca review nya aja sudah bisa merasakan keseruan Novel ini!

    ReplyDelete
  5. Masalah penulis memang selalu terletak pada writer's block yaa.. Duh. Aku jadi berharap kalau sekarang, saat aku lagi kena writer's block, tokoh fiksiku akan muncul di dunia nyata XD

    ReplyDelete
  6. Setelah baca review di atas, sosok Carole kok dia jadi lebih misterius ya di novel ini daripada kehadiran Billie? Jadi curiga nih sama Carole. Jangan-jangan........ ah biarlah nanti saja nebak-nebaknya sampai ini terungkap kalau sudah baca :D

    ReplyDelete
  7. ratingnya 4.3 bikin aku tambah baper nih kak.mungkin ini akan jadi novel terjemahan Prancis pertamaku .mungkin aja 😁😁

    ReplyDelete
  8. Review ke sekian yang memberi bintang di atas 4. Wow! Udah nggak ada waktu buat ragu-raguan. Sumpah saya penasaran banget gimana sih cerita setebal 440 halaman ini menyelesaikan masalah-masalahnya? Udah gitu gimana sih sensasinya baca novel dari Prancis? Ah! Terlalu banyak seandainya-seandainya yang malah bikin greget. Gimana seorang penulis memperlakukan karakter ciptaannya di dunia nyata? Saya nggak berani menebak apa yang dipikirkan Tom setiap ngelihat Billie.

    ReplyDelete
  9. Benar-benar dibuat penasaran dengan novel The Girl On Paper ini. Sebelumnya saya belum pernah baca novel terjemahan dari penulis Perancis.
    Semua review novel ini sepanjang saya baca ratingnya min 4. Worh-it banget ingin tahu kisah Tom dan Billie ini. Ceritanya komplit dan tak melulu soal cinta. Endingnya membuat saya bertanya2 bagaimana penulis menutup cerita ini.

    ReplyDelete
  10. Awalnya aku nganggep ini mirip dengan film Ruby Sparks, namun lama kelamaan kok makin unik yaaa.. apa Billie bener-bener ada? Aku rasa Tom jatuh cinta dengannya. hahahahha #soktau

    ReplyDelete
  11. Kali pertama melihat covernya sudah bikin penasaran. Lalu baca review ini jadi makin pensaran. Belum lagi jadi keinget sama drama W di mana tokoh utamanya dari webtoon. Ah, jadi kepikiran mungkinkan ada yang terinspirasi?

    ReplyDelete
  12. Buku ini memang menakjubkan.. Saya menyukainya. Apalagi kalau lagi buntu pas membuat resensi, saya pasti bakal baca prolog buku ini pas yang menceritakan buku pertama Tom :)

    ReplyDelete
  13. Tokoh yang keluar dari sebuah cerita fiksi, langsung keinget sama film Ink Heart. Bedanya kalo di Ink Heart harus dibaca dulu baru keluar. Untung ini yang keluar gadis baik, gimana kalau yang keluar monster jahat kayak di Ink Heart. Seandainya punya kekuatan kayak di film Ink Heart, semua karakter fiksi di anime, aku sebutin semua. Hahahahahaahha :D

    ReplyDelete
  14. Waaah, dari premisnya aja bikin penasaran banget! Setelah baca review-review buku ini (yang bertebaran :D) jadi sedikit ada bayangan.... tapi belum tentu bener toh tebakanku....

    ReplyDelete
  15. ratingnya 4.3 bikin aku tambah baper nih kak.mungkin ini akan jadi novel terjemahan Prancis pertamaku .mungkin aja 😁😁

    ReplyDelete
  16. Penasaran endingnya, ntar Tom balik ke Aurore, jadi suka sama Billie atau justru dengan Carole? Kata-kata 'penyelesaian yg tak terduga' membuatku tambah penasaran dan ingin membacanya sendiri sampai tuntas.

    ReplyDelete
  17. konsepnya hampir sama kaya drakor "W" ya Mbak hehe, karakter fiksi muncul ke dunia nyata, pasti keren!

    bakalan kompleks banget masalah dalam novel ini sepertinya

    ReplyDelete
  18. Baca reviewnya membuat aku penasaran sepertinya banyak twist di setiap bagian cerita buku ini.

    ReplyDelete
  19. Aku udah penasaran sama novel ini sejak Spring merilis covernya. Makin penasaran setelah baca review yang berseliweran di sosmed.

    ReplyDelete
  20. Cover kece, idenya keren + langka, penulisnya cerdik, jalan ceritanya ga mudah ditebak, ending yang mengejutkan. Aku bisa apa selain makin penasaran dan mupeng sama buku ini, ditambah hampir semua reviewer ngasih ratingnya min 4 bintang.

    ReplyDelete
  21. Menurutku novel ini kaya menceritakan keseharian pe ulis gitu ya ka. Yg bikin aku penasaran, visual billie itu kaya gmna ya ? Jadi pingin novel ini dibikin film. Hehe. Moga moga yaa

    ReplyDelete
  22. Aku penasaran saat Billie kembali ke dunianya. apakah berhasil atau tidak?? atau mungkin malah terjebak dengan Tom.
    Apalagi saat permintaan Billie utk membuat seri cerita lanjutan juga membantu Tom utk bangkit lagi. pasti pertemuan antara tom dan billie sangat sering. siapa tau kan, diantara mereka malah timbul benih2 padi.. hehhe (maksdunya cinta.

    semoga aku diberi kesempatan utk mengupas rasa penasaranku sendiri melalui buku ini scr gratis.

    ReplyDelete
  23. penasaran sama Billie yang dateng dari buku:'v dan endingnya si Tom sama siapa:'v

    ReplyDelete
  24. Kedatangan tokoh fiksi ke dunia nyata adalah hal yaaang.... ajegile bikin envy.. πŸ˜‚πŸ˜‚ pingin banget kedatangan tokoh fiksi kaya si Edogawa Conan versi Sinichi Kudo ke duniaku. Selain buat pamer ke temen, pengen buat bantuin para polisi memecahkan kasus sianida kopi Jesica juga πŸ˜‚πŸ˜‚
    Buku tentang penulis ini bner2 ngasih pelajaran buat pembaca yg juga suka menulis. Pelajaran bagaimana bsa mengatasi writer's block parah dan bagaimana menyelesaikan dilema patah hati yg perih 😁

    ReplyDelete
  25. Baca review di sini benar-benar bikin aku tambah tertarik buat baca novel The Girl On Paper ini. Sejak Penerbit Spring mengumumkan akan menerbitkan novel terbitan Perancis ini, aku benar-benar excited. Sulit sebenarnya membayangkan bagaimana kalau salah satu karakter dari novel yang kamu tulis tiba-tiba muncul di hadapanmu. Jelas saja gak mungkin ya. Sama halnya Tom yang tidak percaya akan kemunculan Billie, gadis yang mengaku sebagai tokoh novel yang dia tulis. Aku bener2 penasaran bagaimana serunya kehidupan Tom sekarang. Petualangan apa yang bakal dia alami bareng Billie dan bagaimana kelanjutan kisah cinta dia bareng Aurora. Ahh.. penasaran banget deh..

    ReplyDelete
  26. Ide cerita keren, meskipun saya pernah nonton drakor W yang mempunyai kesamaan cerita tentang tokoh fiksi yang bisa 'hidup', tapi saya tetap mengacungkan jempol untuk novel ini.
    Saya penasaran dengan move on-nya Tom dari Aurora, bagaimana dia bisa bangkit lagi dari kejatuhan dengan bantuan Billie tentunya. Dan yang pasti saya penasaran dengan petualangan seperti apa yang dilalui Tom-Billie, keseruan-keseruan apa yang menyertai perjalanan mereka.
    Endingnya? Saya ngga mau nebak-nebak ahh, takut patah hati. Hahaa

    ReplyDelete
  27. Sangat terkesan dengan review kak Dian. Ide cerita The Girl On Paper bener-bener keren. Ada kesan misterius yang saya tangkap dari kisahnya. Sangat diluar dugaan. I hope be a winner! ;D

    ReplyDelete
  28. Novel ini menggunakan berbagai setting di negara-negara yang berbeda kan? Wah... Sebuah keberanian dari Musso untuk mengeksplor setting-nya ke tempat-tempat yang mungkin saja bukan tempat yang dia kenal dengan baik.

    ReplyDelete
  29. Naksir novel ini awalnya karena yaaa, kovernya cantik. Bikin mata melotot. Pas nyari sinopsisnya, saya tiba-tiba ingat tentang komik yang pernah saya baca. Tokohnya juga muncul dalam kehidupan nyata si penulisnya. Cuman, garis besar isinya beda.

    ReplyDelete
  30. buku baru spring, mau eksplor cerita musso pertama kali, karena retingnya bagus semoga ceritanya beneran bagus. Belum pernah baca salah satu karyanya jadi gak bisa bandingin dulu. Siapa tahu besok jadi fans karya2nya.

    ReplyDelete
  31. OMG! Ini novel emang bikin penasaran!

    ReplyDelete
  32. Whaat? Billie muncul di ruang tamu Tom tanpa busana? Kasian Billie hihi. Penasaran sama isi keseluruhan bukunya deh, endingnya billie jadi balik apa ngga ke dunia fiksi yang dibuat Tom ??

    ReplyDelete
  33. Kira-kira ending-nya kayak apa ya? Kan nggak mungkin Billie akan terus berada di dunia yg sama dgn Tom. Bagaimanapun jg dia kan hanya tokoh fiksi.

    ReplyDelete
  34. Ide ceritanya menarik, endingnya akan gimana juga bikin penasaran. Kalo bisa sih Billie ga usah balik ke dunia fiksi hihi

    ReplyDelete
  35. Untuk garis besar ceritanya sih kayaknya enggak terlalu menarik karena aku sudah sering baca buku tentang tokoh yang keluar dari buku atau sebaliknya. Tapi dilihat dari beberapa kutipan dialognya yang enak, kayaknya bakal seru deh baca novel ini apalagi kalo bisa dapet novel gratisan,,,, _hehe, ngarep!_

    ReplyDelete
  36. Duhhh... gak kebayang kalau tokoh dalam buku tiba2 muncul ke dunia nyata. Antara percaya dan nggk. Baca Review di atas bukunya memang menarik seperti baca cerita dongeng. Perlu nih punya buku ini. :)

    ReplyDelete
  37. Yang bikin aku penasaran adalah bagaimana akhir dri kisah ini. Apakan Billie kembali ke dunianya atau tidak? Aku harus pubya nih bukuπŸ˜… Reviewnya bagus bnget kak, makasih atas infonya😍

    ReplyDelete
  38. Tom itu pasti nyebelin ya pas di awal cerita? Semacam egois yang cuma peduli dengan dirinya sendiri dan masa bodoh sama urusan lain. Seolah hidupnya cuma soal Aurore doang, padahal masih ada jutaan pembaca setianya yang menanti lanjutan novel karya dia. Ckckckck. Untung aja dia masih punya sahabat-sahabat baiknya dan muncul Billie yang mengejutkan.

    Uhmmm, soal Billie, bagaimana dia bisa "jatuh" dari buku? Mengapa pakai kata "jatuh"? Bukankah kata yang tepat harusnya "keluar" dari buku ya? :D

    ReplyDelete
  39. Apa ya? Dari review aja banyak sekali lompatan lompatan antar satu adegan dengan lainnya. Yang ada Milo, polisi wanita, belum lagi Tom dan Bille.

    Awalnya aku tertarik mengira novel ini akan fokus pada writer blok nya Tom tapi sepertiny berkembang jauh ya ....
    Banyak hal yang aku dapat dRi bac review novel ini. Pransangk awalku agak berubah jadinya

    ReplyDelete
  40. Setelah baca review ini, aku semakin tertarik dan penasaran untuk membaca kisah Tom and Billie. Ide konfliknya unik, dan lagi hei ini penulis asal Prancis. Jarang banget kan penerbit lokal nerbitin novel terjemahan eropa. Kebanyakan novel-novel Amerika. Jadi pengen tau gimana cara penulis-penulis eropa membuat novel. :3

    ReplyDelete
  41. Aku penasaran dengan "gaya bahasanya yang renyah" itu gimana... dan baru tahu novel ini ada adegan gila-gilaannya juga :)) lol

    ReplyDelete
  42. Haha cara mengtasi writer blok dg wawancara tokohnya langsung...#note
    Unik banget...dan apa ya dimaksud gaya bisa renyah?rasanya gurih pastinya kan? Wah ya reviewer n penulisnya bikin pnsaran deh... Aku kan jd pengin.. Tapi blm dapet2 nih #curhat...
    Dan ini penulis Perancis mamenn... Aku cuma pernah baca penulis inggris sama amerika... Jadi aku pasaran sama tatanan bhsanya...

    ReplyDelete
  43. Saya juga penggemar W-Two World (kisah tentang tokoh yang bisa keluar masuk webtoo). begitu saya melihat ada novel dengan cerita yang serupa saya jadi penasaran. Apalagi reviewnya keren.pengen baca juga.
    saya menjadi berfikir ulang ketika membuat sebuah tulisan. jangan2 tulisan saya mempengaruhi kehidupan seseorang. bagai mana kalau tiba-tiba muncul?

    ReplyDelete
  44. waaah kayaknya seru banget novelnya, pengen baca banget... semoga aku beruntung dapet giveawaynyaa aamiin.. ^_^

    ReplyDelete
  45. Tema yg diusung novel ini unik dan menarik, perpaduan tokoh dalam kehidupan nyata (Tom) dan fiksi (Billie). Penasaran banget pengin baca kisahnya.

    ReplyDelete
  46. Seseorang yang kaluar dari cerita fiksi? Gue harap gue bisa punya kekuatan yang ngeluarin org dari cerita:'v gue keluarin semua tokoh fiksi favorit gue:'v

    ReplyDelete
  47. Jadi pingin juga ketika lagi penatnya akan masalah yang ada, trus didatangi tokoh fiksi yang sedang kita baca...hahaha tapi takut juga pastinya ya.

    ReplyDelete
  48. " Aku suka penyelesaiannya. Sekali lagi aku harus berkata, penyelesaian novel ini benar-benar mengejutkan. Banyak hal yang mampir di otakku, tentang bagaimana Billie akan kembali ke buku. Namun, ternyata aku salah".

    Jadi penasaran pengen baca juga >.<

    ReplyDelete
  49. saya suke ide tokoh fiksi yang keluar dari buku .Meskipun bukan hal baru tapi konflik di buku ini menjadikannyalebih segar dan pastinya nagih banget untuk terus dibaca.

    ReplyDelete
  50. Writer block emang wow buanget. Novel ini sepertinya sangat akrab dengan dunia tulis menulis. Baca reviewnya bikin tambah ngiler aja. Semoga saja beruntung deh. Dann semoga jika menulis nanti tidak akan mengalami writer block yang berlebihan. Atauu, tokohnya juga datang kedunia nyata. Hehehehe

    ReplyDelete
  51. Writer block emang wow buanget. Novel ini sepertinya sangat akrab dengan dunia tulis menulis. Baca reviewnya bikin tambah ngiler aja. Semoga saja beruntung deh. Dann semoga jika menulis nanti tidak akan mengalami writer block yang berlebihan. Atauu, tokohnya juga datang kedunia nyata. Hehehehe

    ReplyDelete

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos