Tuesday, September 13, 2016

[Review] RAILWAY IN LOVE – Viera Fitani



Penerbit : Elex Media
Genre : Fiksi, Romance
Kategori : Adult, Wattpad
Terbit : 2015
Tebal : vi + 238 hlm
ISBN : 978 – 602 – 02 – 7541 – 3
Harga : Rp. 52.800

Andara – Dara – Riana Rasyid, seorang pengacara yang naksir bos-nya sendiri, Harsya Bramanta. Harsya sendiri sepertinya punya rasa yang sama dengan Dara. Meski Harsya punya perasaan pada Dara, dia tetap profesional dalam bekerja. Harsya meminta Dara menangani kasus sahabatnya, Ribeldi – Ibel – Bimantara, pengusaha muda yang dituntut seorang wanita. Wanita tersebut mengaku sedang hamil anak Ibel. Namun, Ibel merasa itu bukan anaknya.
“Ini pelajaran buat saya dan siapa pun di luar sana. Hidup itu seperti lingkaran yang talinya saling berkaitan. Ketika kita menyakiti seseorang, bukan hanya orang itu yang sakit.  Tapi orang lain yang talinya  berkaitan pun akan merasakan imbasnya.” – Dara – hlm 203

Ibel bukan orang yang mudah ditangani, Harsya sudah memperingatkan Dara sejak awal. Dan, pertemuan pertama mereka memang sangat kacau. Dara memergoki Ibel sedang bercumbu dengan sekretarisnya. Dan, Dara langsung melabeli Ibel sebagai cowok playboy, mesum, dan menyebalkan. Dia berjanji tidak akan pernah jatuh cinta dengan cowok macam itu.
Namun, siapa sangka malah Ibel yang selalu ada saat Dara cemburu. Cinta lama Harsya kembali. Dia harus memilih antara Dara atau mantannya yang diam-diam masih ada di dalam hatinya.
“Cinta memang indah, tetapi emosi lain yang mengikuti itu yang terkadang menghancurkan keindahan tersebut. Cemburu, sakit hati, merasa nggak diperhatikan dan lain sebagainya. Lain kali, kalau jatuh cinta lagi, aku akan memastikan bahwa aku sudah siap dengan segala emosi pengiringnya.” – Dara – hlm. 182

Dara menyukai Harsya yang baginya begitu sempurna. Tapi, jika cowok sempurna itu ternyata masih belum bisa Move On, masih bisakah Dara menerima cinta itu? Padahal, ada seseorang yang ingin menyerahkan hatinya untuk Dara. Cowok yang 180 derajat sangat berbeda dari Harsya.

Railway in Love, novel kedua Viera Fitani yang aku baca setelah ImpLOVEssible yang ceritanya langsung bikin aku ingin mencari novel Viera Fitani lainnya.
Aku suka cara dia bercerita, pilihan diksinya, bahkan celetukan-celetukan kocak juga karakter-karakternya yang begitu hidup, dengan alur cukup cepat yang nggak bikin boring.
Sebenarnya, novel ini temanya biasa banget, cinta segitiga..bukan-bukan, cinta segiempat, atau mungkin segi lima –  dengan konflik yang juga biasa. Namun, karena penulisnya pandai banget membawakan cerita, jadinya novel ini terasa begitu enak dinikmati.
Dara si cewek yang merasa biasa-biasa aja tapi aku yakin dia cantik, bukan tipe cewek yang jaim, bukan juga cewek sombong dan sok gaya. Meski dari keluarga berada dan sudah bekerja sebagai pengacara, dia oke-oke saja naik angkot. Kadang, cewek yang begini malah bikin cowok tertarik. Aku nggak heran, deh kalau Hasya bisa suka pada Dara. Nggak heran punya kalau akhirnya Ibel ikut-ikutan naksir Dara.
Harsya awalnya terasa cowok yang perfecto. Namun, jadi menyebalkan saat dia galau karena cinta masa lalunya kembali. Yah, nggak ada yang bisa menyalahkan cowok yang susah move on dari masa lalu. Cuma, dia kan harus tegas. Kalau mau balik sama mantan, bilang baik-baik sama Dara, jadinya kan nggak gantungin lama-lama.
Ibel, duh ni cowok nyebelin tapi bikin hati adem. Sikap dia yang menyebalkan pada Dara mungkin bisa dijadiakan indikator kalau dia diam-diam ada rasa pada Dara, cewek yang berbeda dari cewek-cewek yang dia kencani. Aku juga suka saat Ibel bisa membaca pikiran Dara. Interaksi mereka benar-benar seru.
Konflik demi konflik terasa tidak hanya kamuflase untuk menyambung cerita. Semua begitu pas dan enak untuk terus diikuti, meskipun akhirnya aku sudah bisa menebak dimana hati Dara berlabuh.
Aku suka penyelesaian masalahnya, juga ending yang so sweet banget. Good job Viera Fitani, kamu berhasil membuatku klepek-klepek pada novelmu lagi.
Ratingnya 4,3dari 5 bintang.



No comments:

Post a Comment

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos