Friday, December 30, 2016

[Review] DILANIKA – Alnira




Penerbit : Diandra Kreatif
Genre : Romance, Action, Fiksi
Kategori : Adult, Novel Dewasa, Wattpad, Men in Uniform
Terbit : Juli 2016
Tebal : 507 hlm
ISBN : 978 – 602 –336 – 279 – 0
Harga : Rp. 90.000

Kehidupan bagai roda yang beputar. Alinka benar-benar merasakan pepatah tersebut terjadi padanya. Dia yang kemarin tak perlu memikirkan bagaimana dia harus hidup untuk esok hari, tiba-tiba harus merasakan menjadi seseorang yang tak memiliki apapun, bahkan keluarga pun dia tak punya.
Namun, dari kehilangan tersebut, Alinka banyak belajar. Dan, kerena kehilangan itu, Alinka menenukan orang-orang baru yang dia anggap keluarga. Bahkan, dia bisa menikahi seorang Dilan Andara Wiratama, seorang Kapten Polisi yang berhati dingin, gila kerja, dan begitu pemarah.
“Janji Tuhan itu benar adanya ketika Dia mengambil sesuatu , maka Dia akan mengganti dengan yang lebi baik.” – hlm. 205

Bukan sesuatu yang baru bagi Dilan untuk merasakan kehilangan. Dia merasakan posisi yang sama seperti yang dirasakan Alinka. Mungkin, Dilan lebih beruntung. Saat kehilangan menyapanya, dia masih memiliki adik dan saudara-saudaranya. Sedangkan Alinka, tak ada saudara yang bisa dimintainya tolong.
Rasa iba menyentuh hati Dilan. Namun, dia tak bisa apa-apa. Bukan karena Dilan yang sejak awal tidak menyukai Alinka. Tapi, Dilan memang tak tahu harus bagaimana. Dia makin tak tahu harus melakukan apa saat adiknya meminta Dilan untuk segera menikah. Dia tak memiliki calon, itu masalahnya.
Mira – adiknya – mengusulkan sebuah nama. Namun, Dilan meragu. Alinka? Dia gadis yang manja dan terbiasa hidup enak. Mana mungkin gadis itu bisa hidup dengan dirinya yang hanya memiliki gaji sebagai Abdi Negara? Dan, apa Alinka bisa hidup dengan sifatnya yang seperti itu? Dan satu lagi, Dilan tidak mencintai Alinka.
“Kamu adalah alasankupulang, alasanku untuk selalu kembali dengan selamat. Kamu rumahku dan juga tujuan hidupku. I promise! That you’re the one and only wife until the rest of my life.” – Dilan – hlm. 325

Dilanika. Jujur yang membuat aku terpaksa mencari novel ini karena karakter Dilan yang dipamerkan di sinopsisnya. Aku menebak, sepertinya novel ini bisa mengobati rasa bosanku.
Tebakanku memang benar. Novel ini sejak awal sangat menggoda. Dan, bagian menggoda itu terletak pada karakter cowoknya yang berprofesi sebagai seorang Polisi. Dengan karakternya yang dingin, punya sifat kayak macan, tapi ganteng, siapa coba yang nggak terpikat.
Untuk ceritanya, menurutku masih butuh editing cukup banyak. Di beberapa bagian banyak yang harus dikurangi karena tidak perlu. Typo juga masih banyak. Dan, ada beberapa pilihan diksi yang harus dibenahi.
Sebenarnya, dalam membangun karakter tokoh-tokohnya, penulis sudah cukup berhasil. Mereka bisa hidup dengan baik di imajinasiku. Cerita action yang dicampurnya pun bisa bergerak dengan baik. Meski ada beberapa yang terasa terlalu dibuat kurang alamiah. Yah, mungkin kurang alamiah ini karena ingin membuat pembaca tidak tersakiti.
Contohnya, saat di adegan berantem, dimana Alinka dan Mira hampir dilukai, tiba-tiba Dani tiba dengan tepat waktu. Ini yang aku bilang kurang alamiah, namun membuat pembaca senang.
Ngomongin karakter Dilan, mungkin kalau di dunia nyata, Dilan itu cowok nyebelin. Cuma, kalau didalamin, cowok kayak Dilan inilah yang namanya cowok sejati. Nggak perhatian buanget, tapi dia punya cara mencintai yang awh... kalau dia mengeluarkan sisi manisnya... matilah kau.
Oh iya, Dilan juga suami posesif yang nggak mau istrinya dilirik cowok manapun. Tapi, sikap Dilan itu malah bikin yang baca terpesona. Ada satu kalimat Dilan yang bikin baper, nih :
“ Mesra itu tidak harus ditunjukkan di depan umum, dengan aku yang memilih menghalalkanmu adalah mesra dalam versiku Lin.” – Dilan – hlm. 476

Alinka, saat pertama ketemu dia, aku pesimis. Aku merasa, Alinka ini pasti nyebelin. Ternyata aku salah, Alinka cewek kuat yang tidak pantang menyerah. Dia bisa survive dengan hidupnya yang sudah hancur lebur. Dan, ini yang aku suka dari dia.
Yang bikin aku menghela napas, sikap cemburuannya Alinka yang nggak kenal waktu. Kayak pas ketemu temannya Dilan, bisa gitu dia langsung mewek. Oke..oke...saat itu mungkin dia kena syndrome ibu hamil. Cuma, rada lebay aja.
Aku malah suka sama Dani dan Mira. Aku menebak ada sesuatu di antara mereka. Tapi, tebakanku tak terjawab secara nyata di novel ini. Karakter Mira juga lucu. Kayaknya, bagus juga nih, dibikinin cerita khusus Dani dan Mira.
Kalau ngomongin konflik, konflik Alinka itu hanya muncul di awal-awal cerita saja. Hampir sebagian besar konflik malah terpusat pada pengejaran bandar narkoba – kasus yang ditangani Dilan cs. Bandar narkoba ini berusaha melarikan diri sekaligus memberi pelajaran pada Dilan dengan menyakiti orang terdekat Dilan.
Yang suka action, di novel ini kamu bakal dimanjakan dengan adegan-adegan berkelahi dan tembak-tembakan. Cukup seru, aku yang jarang ketemu novel begini lumayan menikmatinya.
Untuk rating, karena Dilan sudah menembak hatiku *abaikan bahasanya*, aku beri bintang 3,3 dari 5 bintang.
Erg...aku gatal pengin ngedit novel ini. Kalau aku edit, mungkin 500 halaman, tinggal 350 halaman, deh.

5 comments:

  1. Saya tidak tahu ada novel ini. Pas saya cari di bukabuku.com pun tak ditemukan. Wah, ceritanya pasti menarik nih dengan membawa profesi polisi. Semoga ada jodoh dengan buku ini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa dibilang ini novel self publishing. jadi g ada di bukabuku. coba cari di shopee atau bukalapak. Ini saya dapatnya di shopee. Buku second tapi masih bagus. Harganya lebih murah. Saya g kuat beli baru

      Delete
  2. Review nya bagus mbak Dian. Makasih ya... kebetulan saya lagi belajar bikin review hihihi. Kunjungi juga blog saya www.umiyumna.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak. Saya juga masih belajar hehehehe...
      Semoga blognya ramai ya

      Delete
  3. Ada kok ceritanya mira sama dani di wattpadnya alnira,,,

    ReplyDelete

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos