Monday, May 2, 2016

[Blogtour] PENGUMUMAN GIVEAWAY TWO SOULS



 
Akhirnya, tanggal 1 Mei 2016 kemarin Blogtour Novel Two Souls” Karya Elvira Natali sudah usai. Wah, seru-seru jawabannya. Itu yang mau punya kekuatan “teleportasi” pasti korban LDR, ya? Hehehehe… becanda, deh.
Ada kekuatan yang disebutkan peserta, aku baru tahu ada kekuatan seperti itu. Yah, aku kan nggak terlalu hobi nonton atau baca genre fantasy, jadi maklum aja, ya. Tapi, daya khayal peserta-peserta ini ajib banget. Ada yang bikin senyum, ada yang bikin mikir, “Enak kali ya punya kekuatan begitu”, ada yang bikin ketawa juga. Seru-seru, deh.
Karena sudah aku tebak dari awal, jawaban-jawaban peserta ini bagus-bagus, jadi sejak awal punya sudah aku putuskan untuk menggunakan cara undian saja. Kan, sesi pertanyaan ini nggak ada salah benar juga.
Jadi, ini urutan nama peserta sesuai urutan di kolom komentar.




1.      Wening
2.      Herva Yulyanti
3.      Ratnani Latifah
4.      Miftahur Rizqi
5.      Hapudin
6.      Mega Widyawati
7.      Rinita
8.      Markhamah
9.      Lala
10.  Humaira
11.  Bintang Permata Alam
12.  Salsabilla Putri A.
13.  Daisy
14.  Ari
15.  Putri Prama A.
16.  Gita Nurladikasari
17.  Eni Lestari
18.  Rissya Mutya Prima
19.  Diah P
20.  Dera Devalina
21.  Aya Murning
22.  Novi Andriyani
23.  Arie Pradianita
24.  Bintang Maharani
25.  Esty
26.  Athaya irf
27.  Tri
28.  Thia Amelia
29.  Daivara Rezuki Wijaya
30.  Agnes
31.  Rini Cipta Rahayu
32.  Leny
33.  Salwa Balfas 
34. Cahya


Hanya ada satu pemenang, dan pemenangnya adalah :

Peserta nomor urut 4 :
RINI CIPTA RAHAYU (@rinicipta)
Selamat ya. Konfirmasi pemenang di tunggu 2 x 24 jam terhitung sejak di hubungi via twitter. Hadiah akan dikirim langsung oleh Pihak Penerbit/Penulis.
So, buat semua yang sudah berpartisipasi, terima kasih banyak. Yang belum beruntung, silahkan main ke Blog berikut ini >> http://kireinasekai.blogspot.co.id/2016/05/blogtour-giveaway-two-souls.html Jadi, masih ada kesempatan menang, kok. Tetap semangat, ya!

Sunday, April 24, 2016

[BLOGTOUR] Review & Giveaway - TWO SOULS by Elvira Natali



Penerbit : Gramedia
Genre : Romance, Fantasy, Fiksi
Kategori : Young Adult, Family Drama, Friendzone, Legenda
Terbit : 2016
Tebal : 232 halaman
ISBN : 978 – 602 – 03 – 2676 – 4
Harga : Rp. 58.000

Arlesta adalah keturunan Dewa Dionysus. Namun, meski dia keturunan dewa, Arlesta tetap hidup seperti manusia biasa. Dia tetap jatuh cinta, dan merasa kehilangan saat Roger pergi meninggalkannya, dia merasa hancur ketika sang ayah pergi selamanya, dan Arlesta bisa begitu bahagia karena ada Tante Teresa yang menggantikan peran ibunya yang tak pernah dia jumpai.
Arlesta juga tak bisa mengatur perasaannya. Tak seharusnya dia jatuh cinta pada Nick, seorang cowok yang sangat dicintai sahabat baiknya. Kelebihan Arlesta sebagi keturunan dewa hanya satu, kekuatan Victer, sebuah kekuatan yang bisa membangkitkan jiwa-jiwa yang sudah mati.
Lalu, disaat orang yang sangat dia cintai tiba-tiba pergi, bisakan Arlesta membangkitkannya lagi? Karena tak semua jiwa bisa dia kembalikan dengan begitu mudah, dan ada imbalan yang harus dia bayar untuk sebuah keajaiban yang dia tiupkan.
“Apapun yang terjadi dalam hidup, teruslah berjalan ke depan, bahkan dengan melawan arus sekalipun.” – Richard – hlm. 53
Two Souls, sebuah novel romance yang beraroma fantasi. Bercerita tentang Arlesta yang harus hidup sendiri tanpa kedua orang tuanya. Namun, dia bisa tegar menerima takdirnya. Arlesta yang kuat dan punya hati yang lembut memang pantas mendapatkan kekuatan sebagai victer.
Sosok Nick diciptakan sebagai cowok yang asyik, dengan kemampuan bermain piano di atas rata-rata. Konfliknya dengan keluarga membuat jati dirinya yang mandiri tereksplor keluar. Cowok kayak Nick begini memang pantas untuk merebut banyak hati di sekitarnya.
Di novel ini juga berbau friendzone. Namun, penulis tidak membuatnya rumit. Friendzone yang sederhana ini malah menjadikan ceritanya terasa soft dan nggak maksa. Cara masing-masing tokohnya – Nick, Arlesta dan Sandra – menghadapi problem ini juga perlu dicontoh jika kamu punya masalah serupa. Jangan menjauh saat cinta itu tidak bertaut, jangan egois meskipun kamu tahu hati itu untukmu jika harus mengorbankan persahabatan, dan terima apa yang akan terjadi jika Tuhan memang menakdirkan cinta itu untuk orang lain.
Ada beberapa adegan dari masa lalu yang diceritakan kembali. Adegan-adegan itu malah terkesan sweet dan penuh makna. Aku juga suka konsep A Sweet Treats – Kafe baru yang dirintis Teresa dan Arlesta. Juga AMI, sekolah musik tempat kerja Arlesta dan Nick. Konsep AMI terasa seperti istana para dewa.
Banyak misteri di novel ini. Pertama, aku dibuat bertanya kenapa Arlesta tidak bisa membangkitkan jiwa ayahnya? Kedua, sebenarnya ke mana ibu Arlesta? Ketiga, kenapa Nick mencari keberadaan ayah Arlesta – Richard Swann? Keempat, sebenarnya siapa sebenarnya ayah Arlesta? Kelima, pasti ada sebuah hubungan yang mengikat Arlesta dan Nick. Dan, masih ada beberapa pertanyaan lainnya.
Beberapa sudah terjawab. Namun, karena novel ini ada kelanjutannya, tidak semua pertanyaan bisa dijawab. Ending yang menyertai novel ini malah menimbulkan pertanyaan baru, dan bikin penasaran. Berharap, penulis bisa segera menyelesaikan seri keduanya. Aku yakin, jawaban atas pertanyaanku ada di sana.
***
Saatnya GIVEAWAY
Mau novel TWO SOULS gratis? Nah, silahkan simak rules di bawah ini :
1.        Follow twitter @dianputuamijaya dan @elpignutt
2.        Follow Blog ini via GFC (Bukan Google+)
3.        Ajak 3 temanmu untuk ikutan GA ini. Cantumkan link-nya dan kasih #GA2SOULS
4.        Jawab pertanyaan ini, “Seandainya kamu mendapatkan kesempatan untuk memiliki kekuatan, kekuatan apa yang ingin kamu miliki? Kasih alasannya, nggak usah panjang-panjang.
5.        Tulis komentar di bawah ini dengan format
Nama :
Twitter :
Follow GFC :
Link Share :
Jawaban :
6.        Pemenang akan diundi menggunakan aplikasi Random Number.
7.        GA ini berakhir pada tanggal 1 Mei 2016 jam 24.00 WIB. Dan, pengumuman pemenang diumumkan secepatnya.
8.        Jika kamu belum beruntung masih ada 4 blog lagi yang akan memberimu kesempatan mendapatkan 1 eksempler novel Two Souls karya Elvira Natali.
9.        Semangat, semoga beruntung.


[Review] DEAR NATHAN Karya Erisca Febriani



Penerbit : Best Media
Genre : Roman, Fiksi
Kategori : Young Adult, Family Drama, Persahabatan, Wattpad
Terbit : Maret 2016 (Cetakan Pertama)
Tebal : 528 halaman
ISBN : 978 – 602 – 6940 – 14 – 8
Harga : Rp. 99.000

Seperti apa hidup kita ke depan, nggak akan pernah ada yang tahu bentuknya. Seperti hidup Salma yang berubah drastis saat dia pindah ke SMA Garuda. Teman-temannya tak sealim saat di sekolah lamanya. Beberapa dari mereka tercipta sebagai tukang rusuh dan senang berantem, termasuk Nathan, cowok yang menyelamatkan Salma dari hukuman karena datang telat.
“Di SMA kalau nggak ada murid sejenis Nathan mah nggak seru, belum berasa putih abu-abunya. Kalau semua anak di sekolah ini kalem, pasti nggak bakal rame.” – Rahma – hlm. 79

Nathan, dia tak mengira akhirnya bisa sangat jatuh cinta pada Salma, anak baru yang tampak ingin menangis saat telat datang ke sekolah. Kalau bagi Nathan, terlambat adalah hal biasa baginya, ternyata jauh berbeda jika situasi itu dihadapi oleh cewek manis yang membuatnya berubah jadi cowok yang penuh perasaan.
“Meskipun saya tampangnya berandalan. Tapi saya amat menghargai perempuan. Perempuan itu kayak kaca, kalau retak ya bakalan retak seumur hidup dan nggak bakal bisa balik kayak semula. Gimana pun caranya.” – Nathan – hlm. 95

Nathan baru tahu, jatuh cinta pada cewek lugu yang belum pernah pacaran jadi hal yang cukup menguras tenaganya. Awalnya, dia begitu menikmati pengejaran cintanya. Tapi, apakah Nathan selamanya akan menikmatinya jika Salma terus menerus bersikap cuek padanya?
“Dan seandainya pemilik hati kamu adalah saya, ke mana pun kamu pergi, hati itu pasti akan balik kepemilik sejati dan Tuhan punya seribu satu cara untuk mendekatkan kita lagi. Tapi kalau bukan milik saya? Tuhan juga punya banyak cara untuk nemuin kamu dengan yang lain.” – Nathan – hal. 486

Tidak hanya cinta yang memperumit hidup Nathan. Ada masalah lebih besar yang sejak lama dihadapinya, masalah keluarga yang sangat berat, hingga Nathan merasa begitu berat menanggungnya. Kehilangan orang yang sangat disayangi, merasa ditinggalkan oleh ayahnya, dan masih banyak lagi masalah dalam otak Nathan.
“Nath, dunia ini udah penuh dengan kesedihan dan air mata. Seandainya lo nggak hanya fokus pada luka lo sendiri, ada banyak hal indah yang selama ini lo lewatin.” – Seli – hlm. 473

Dear Nathan, kisah masa putih abu-abu yang sweet. Sangat sweet sampai kamu akan merasa kangen menjadi anak SMA lagi. Jadi remaja memang bagian hidup yang tak terlupakan. Masa-masa dimana kita mencari jati diri, begitu ingin bebas lepas, dan baru mengenal tentang cinta.
Meskipun tema yang diusung memang sering kita jumpai, tapi karakter Nathan-lah yang jadi bagian paling apik di novel ini. Penulis berhasil menciptakan tokoh yang membuai pembaca. Bagaimana dia bersikap, tingkahnya, kejahilannya, dan terutama bagaimana cara Nathan saat bersama Salma – semua sangat menarik.
Nathan ini memang bad boy, tapi bukan playboy. Rasanya, jadi mulai berpikir, nggak semua bad boy adalah playboy. Dan, anak-anak nakal seperti Nathan harusnya bukan dimusuhi atau malah dilabeli ‘nakal’, karena selalu ada alasan yang membuat mereka tercipta sebagai anak nakal. Banyak yang salah dalam mengatasi anak-anak seperti ini. Makanya, anak nakal dimarahi bukannya membaik, tapi malah menjadi.
Karakter Salma yang terasa lugu, manis, pintar, dan punya jiwa yang halus, memang tampak kontras dengan Nathan. Namun, karena kontras itulah jadi terasa semakin menarik. Aku suka cara Salma bersikap di depan Nathan. Keluguannya mengatasi cinta yang pertama kali menyambangi hatinya, membuat Salma jadi semakin manis dan pantas jadi sasaran kejaran Nathan.
Intinya, kalau masalah karakter, penulis berhasil membuat karakter-karakter yang kuat. Tidak hanya pada tokoh utamanya, untuk tokoh pendukung yang jumlahnya bejibun, penulis mampu memberi mereka ciri khas satu persatu khas anak SMA.
Jalan cerita yang diciptakan juga terasa masuk akal. Konfliknya mampu dikisahkan dengan apik, dan penyelesaiannya cukup membuatku puas.
Banyak ilmu yang bisa diambil dari novel ini. Tentang pengorbanan, tentang kasih sayang, persahabatan, bahkan tentang arti memaafkan dan mau menerima kenyataan.
Yang jadi kelemahan di novel ini adalah cara penulis membuat narasi. Beberapa terasa berlebihan. Kadang, pemilihan diksinya terasa tidak pas. Narasi juga terlalu berputar-putar. Dan, banyak sekali typo dan penggunakan kata yang tidak baku. Jadi bertanya-tanya, ini novel ada editornya nggak ya? Kalau baca sih ada, tapi kenapa terasa nggak diedit ya?
Novel ini memang bermula dari Wattpad. Aku kenal novel ini juga dari Wattpad. Ada beberapa yang berubah di edisi cetaknya ini. Seperti beberapa nama teman Salma. Lalu cara bicara Nathan ke Salma yang menggunakan ‘saya-kamu’. Rasanya, malah nggak pas. Aku yang mengenal novel ini lewat Wattpad jadi merasa janggal. Dan, cara bicara Nathan yang menggunakan ‘saya-kamu’ malah terkesan nggak Nathan banget. Oke, penulis sudah menjelaskan kenapa dia pakai ‘saya-kamu’, tapi tetap rasanya nggak pas. Kalau ‘aku-kamu’ mungkin masih oke.
Sebenarnya, kalau beberapa hal di atas lebih diperhatikan saat proses editing, pasti novel ini aku kasih lima bintang di goodreads. Tapi, karena kesalahan yang teramat banyak hingga cukup mengganggu, 3,2 dari 5 bintang cukup. Yang jelas, aku selalu meleleh sama Nathan kalau lagi sama Salma.
Satu lagi, menanggapi beberapa pendapat yang mengatakan novel ini plagiat dari novel Jingga dan Senja karya Esti Kinasih, aku merasa nggak setuju. Novel ini sangat berbeda dari Jingga dan Senja. Nathan halus banget kalau sama Salma. Ari udah kayak preman kalau sama Tari. Nathan deketin Salma memang karena cinta banget. Kalau Ari karena nama mereka yang hampir mirip. Dan meskipun keduanya sama-sama kembar, tapi konfliknya jauh berbeda banget.
Jadi, janganlah asal nge-judge karya seseorang sebagai plagiat. Lihat dalamnya, baca baik-baik, dan telaah bagian mana yang kamu anggap plagiat? Kalau tema, nggak masalah-lah, banyak, kok novel yang punya tema sama, tapi tetep aja cara berceritanya sudah berbeda.
 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos