Monday, June 16, 2014

Resensi - GIRLS IN THE DARK “Topeng-topeng Manusia”



Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Haru
Penerjemah : Andri Setiawan
Terbit : Mei 2014
Tebal : 279 hlm
Genre : Thriller
ISBN : 978 – 602 – 7742 – 31 – 4
Harga : Rp. 52.000
Sadarkah kita, setiap manusia memakai topeng. Yang membedakannya hanya seberapa tebal topeng itu dibuat. Ada yang samar, ada yang sangat-sangat tebal. Semua ditentukan dari seberapa banyak rahasia yang disebunyikan manusia itu dari manusia lain.
Dan topeng-topeng yang dikenakan anggota Klub Sastra SMA Putri Santa Maria mulai dibuka lewat sebuah acara yang sangat spesial, Yami-nabe.
Anggota klub yang terdiri dari Shiraishi Itsumi, Ketua Klub yang sangat disegani. Memiliki kecantikan yang sangat bersinar sampai-sampai membuat siapapun yang melihat seperti  merasa silau. Sumikawa Sayuri, wakil Ketua Klub yang akhirnya menjabat sebagai ketua setelah kematian Itsumi. Sumikawa Sayuri dan Shiraishi Itsumi memiliki aura yang berbeda, namun tampak saling mendukung.
“Itsumi memang memiliki karisma seorang pemimpin, tetapi dia tidak memiliki ketelatenan dan perencanaan seperti Sayuri. Itsumi bisa bergerak dengan bebas karena ada Sayuri. Karena inilah, Shiraishi Itsumi dan Sumikawa  Sayurin disebut BBF – Best Friend Forever dan dikagumi banyak orang.” – Kominame Akane – Hlm.85

Anggota lainnya adalah Nitani Mirei, siswi Kelas 1-A yang masuk ke SMA Putri Santa Maria karena beasiswa; Kaminami Akane Kelas 2-B, anggota klub yang hobi memasak kudapan barat, dia bercita-cita ingin membuka restoran barat; Diana Detcheva, murid internasional dari Balkan; Koga Sonoko, Kelas 3-B, anak jurusan IPA dan bercita-cita menjadi dokter; dan terakhir Takaoka Shiyo, Kelas 2-C, satu-satunya anggota klub yang sudah menerbitkan novel. Novelnya berjudul Kami-kage Sou.
“Nitani-san… kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang? Aku ada. Orang yang ingin aku bunuh.” – Shiraishi Itsumi – Hlm. 54

Ketua Klub Sastra, Shirashi Itsumi, meninggal dengan tiba-tiba dan sangat misterius. Belum bisa dipastikan apakah dia meninggal karena dibunuh atau bunuh diri.
Sehingga, dalam pertemua rutin ke-16 Sastra SMA Putri Santa Maria–yang disebut Yami-nabe–punya tema tertentu, yaitu mengenang sang ketua lewat pembacaan cerita pendek yang ditulis oleh masing-masing anggota klub.
 Ternyata, naskah yang ditulis oleh anggota klub adalah cerita bagaimana mereka bisa masuk ke dalam klub sastra tersebut, perasaan masing-masing pada Itsumi, kesan mereka saat pertama kali masuk dalam klub itu, motif mereka masuk dalam klub tersebut dan juga analisis tentang kematian sang ketua.
“Tetapi, bentuk Itsumi terlalu mendetail seolah sudah dihitung dengan cermat dan diatur terlalu teratur dan tidak ada yang tidak sempurna. Benda yang sempurna itu tidak cantik. Vulgar. – Kominame Akane – Hlm. 69

Setiap orang di klub tersebut saling menuduh. Memaparkan bagaimana sang ketua bisa ditemukan tewas di kompleks sekolah, tengkurap di dekat pot bunga di bawah teras dan memegang bunga lili.
Secara tidak langsung, mereka membuka setiap rahasia yang dulu mereka tutupi, atau membuat alibi untuk membenarkan dirinya sendiri. Seperti, perasaan Diana, siswa internasional yang ternyata tidak menganggap Itsumi sekedar sahabatnya. Atau, bagaimana Kominami Akane menganggap Itsumi pertama kali.
Banyak hal yang seperti mulai dibuka. Namun, clue-clue itu malah semakin menyesatkan. Dan, pertanyaan semakin terkumpul, memaksa ingin diuraikan dan dijawab.
Benarkah Shirashi Itsumi meninggal karena dibunuh oleh salah satu anggota klub sastra? Atau dia bunuh diri?
Novel ini diceritakan dengan POV 1 di setiap pergantian bab. Hanya Sumikawa Sayuri yang selalu hadir di akhir bab, karena dia bertugas sebagai moderator dalam acara pembacaan naskah. Sehingga, jika dicermati, konsep novel ini seperti kumpulan cerpen yang saling berkaitan.
Novel ini lebih didominasi dengan monolog dari tokoh-tokohnya yang saat itu mendapatkan giliran membacakan naskahnya. Karena memang cerita yang mereka sampaikan lebih terkesan paparan. Seperti menulis buku diary. Namun, kesan novel ini malah terasa berbeda, klasik, tapi tetap berwarna dan menantang di setiap bagian.
“Manusia bukan hidup karena adanya jiwa. Manusia hidup karena menarik napas, mengalirkan oksigen di sekujur tubuh, mengeluarkan hormone, mengalirkan daah, melakukan reaksi kimia di dalam tubuh. Lewat pembedahan, aku sadar bahwa hidup hanyalah sebuah proses fisika.” – Koga Sonoko – Hlm. 159

Detail setting salon (tempat klub sastra berkumpul disebut salon), sampai barang-barang dan tata cara permainan yami-nabe sangat detail dijelaskan oleh Sayuri.
Karakter masing-masing tokoh juga jelas terasa perbedaannya di setiap bab. Sehingga, saat berpindah dari satu cerita ke cerita yang berikutnya, kita akan menemukan suasana yang berbeda, dengan cirri khas tokoh yang berbeda pula. Ini adalah bagian menariknya, karena tak semua penulis bisa membangun karakter yang berbeda dalam satu buku dengan POV 1 yang berubah-ubah di setiap bagian. Dan, bagian yang aku sukai adalah bagian klimaksnya, bagian Shiraishi Itsumi, yang dibacakan oleh Sumikawa Sayuri.
“Kalau kau ingin menggerakkan orang sesuai dengan kehendakmu, genggamlah rahasianya.” – Shiraishi Itsumi – Hlm. 237

Sejujurnya, aku bukan penggemar novel thriller. Namun, di novel ini aku merasa ditantang. Setiap bagian membawakanku misteri hingga aku tak kuasa untuk terus membacanya. Aku benar-benar dibuat penasaran bagiamana Shiraishi Itsumi meninggal.
Saat mendekati bab terakhir, saat Sayuri membacakan naskah milik Itsumi, aku dibuat terkejut. Jawaban dari semua pertanyaan mulai dijawab di sini. Pembelajaran tentang hidup juga mulai dipaparkan dengan cara yang menyindir halus.
Ternyata, hidup terlalu banyak rahasia. Membuat siapapun harus mengenakan topengnya. Termasuk Shiraishi Itsumi yang terkenal sangat baik, dan disukai semua orang.
Cover novel ini memang simple. Namun, ekspresi wajah yang menjadi fokus cover novel ini mampu menyisipkan apa yang ingin di sampaikan lewat ceritanya. Benar-benar cocok.
Rating, 3,3 dari 5 bintang.
Nanti, tanggal 27 Juni 2014 ada Blog tour & GA Novel Girls in the Dark yang disponsori langsung oleh Penerbit Haru di blog ini. Ada 2 novel terbitan Haru dan 2 Sampul buku dari EmGreenLabel untuk 2 orang pemenang. 


Jadwal Blog Tour Novel Girls in the Dark
1. Tanggal 16 Juni 2014, Bimo Rafandha di embertumpah
2. Tanggal 17 Juni 2014, Riri Hanafi di My Heaven on Earth
3. Tanggal 18 Juni 2014, Cut Lilis Rusnata di Purple Bookish
4. Tanggal 19 Juni 2014, Linda Zunialvi di Reading with Archuleta
5. Tanggal 20 Juni 2014, Yoeliana A. A. (Non Inge) di Bacaan Inge
6. Tanggal 23 Juni 2014, Tammy Rahmasari di Tea Time and Books 
7. Tanggal 24 Juni 2014, Annisa Miftakhul Z. di Markica
8. Tanggal 25 Juni 2014, Stefani Sugia di The Bookie Looker
9. Tanggal 26 Juni 2014, Ratri Anugrah Sari di Awesome Nerd
10. Tanggal 27 Juni 2014, Dian Putu di Jejak Langkahku
11. Tanggal 31 Juni 2014, Sri Sulistyowati (Peri Hutan) di Kubikel Romance
12. Tanggal 1 Juli 2014, Ni Made Sapta Resita Putri di My Little Kingdom
13. Tanggal 2 Juli 2014, Alvina Ayuningtyas di Mari Ngomongin Buku
14. Tanggal 3 Juli 2014, Luckty di Luckty si Pustakawin
15. Tanggal 4 Juli 2014, Siti Robiah A'dawiyah di Review Siro
16. Tanggal 7 Juli 2014, Oky Septya B di Oky dan Buku
17. Tanggal 8 Juli 2014, Zelie Petronella di Book Admirer
18. Tanggal 9 Juli 2014, Atria Dewi Sartika di My Little Library
19. Tanggal 10 Juli 2014, Andrea Ika Hapsari di Kayla on Books
20. Tanggal 11 Juli 2014, Fenny Herawati di The Read Things

  So, don’t missed

9 comments:

  1. Baru sadar tentang jadwal blogtournya. Emang tanggal 31 Juni itu ada ya?

    ReplyDelete
  2. Hahaha... iya, baru sadar juga. Itu dari Mas Miminnya yang bikin jadwal :D

    ReplyDelete
  3. Hello aku mau tanya deh karena masih bingung oleh novel ini (sedikit)
    Diakhir cerita memang sudah jelas semuanya dengan naskah yabg dikirim itsumi. Tapi pada saat penutupan ada yang mengganjal, yaitu pernyataan dari sayuri yang bilang bahwa, seperti naskah itsumi, keluargajya akan mengira itsumi kawin lari. Dan sensei akan mengira itsumi diambil oleh keluarganya. Terus kata kata sayuri yang bilang "dengan tanganku ini itsumi bisa pergi dari dunia ini dengan menjaga keindahannya." Kata kata itu yang bikin aku malah tambah bingung.

    Sebenarnya itsumi sudah mati atau belum ya? Apa itu hanya sebuah pernyataan yang dibuat buat oleh sayuri?
    Malah aku sekarang berpikir sayuri lah yang membunuh itsumi dan naskah itu hanya karangan dia saja, gara gara kalimat itu tuh.

    Mohon jawabannya ya min :)

    Thanks~

    ReplyDelete
  4. Hai Rizky. Yap, memang Sayuri yang mmbunuh Itsumi (Hahaha...spoiler deh skarang) Artinya, Itsumi benar2 sudah meninggal. Dan saat dia menghilang.

    ReplyDelete
  5. Iya nih maaf ya spoiler banget comment ku :)
    Anyway aku jd penasaran dimana mayat Itsumi disembunyikan hehe

    Trims untuk jawabannya~

    ReplyDelete
  6. Semengerti saya potongan2 mayat Itsumi itu sengaja dimasukan Sayuri kedalam Yami Nabe, mangkannya ada yg nemuin jam tangan Itsumi waktu makan Yami Nabe...

    ReplyDelete
  7. Ngeri yo bacanya... Pengen bgt bc novelnya, tapi gak mw punya novelnya... Kebayang gmn syeremnya tu novel nangkring di rak buku... Hiiiyyy

    ReplyDelete
  8. maaf numpang nanya,sebelumnya mau ngasih tau klo komen ini mengandung spoiler, jd bagi yg ga mau tau boleh dilewatin aja.

    jadi Saya mau nanya,ada teks dalam novel tersebut yang salah satunya juga terpampang dibagian sinopsis : "apakah kau pernah berpikir untuk membunuh seseorang ?"
    kurang lebih spt itu teksnya, nah saya mau nanya, setelah saya selesai membaca novel tsb, Saya mendapat maknanya tapi diakhir kata saya sampe sekarang masih bingung, apa yang yg dimaksud dgn kata2 "apakah kau pernah berpikir untuk membunuh seseorang ?"
    Saya benar2 bingung, saya bingung sebenarnya kata2 tsb dilontarkan untuk siapa? dan apa maknanya?

    Mohon bantuannyaaa dan terimakasih sebelumnyaa :)

    ReplyDelete

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos