Saturday, July 26, 2014

Resensi – UNBELIEVABLE “Dibalik popularitas ada harga yang sangat mahal”



Penulis : Winna Efendi
Penerbit : Gagasmedia
Genre : Teenlit
Seri : Glam Girls
Terbit : 2010 (Cetakan pertama 2009)
Tebal : vi + 262
ISBN : 979 – 780 – 379 – 1
Harga : Rp. 37.000
Because we’re what people see, and what people she is how they treat you. Kalau kita nggak popular, kita akan jadi outcast, dan nggak dipedulikan. As simple as that.” – Maybella – Hlm. 211

Pemikiran itulah yang membentuk sebuah kasta dalam dunia kecil bernama Voltaire Internasional School aka VIS. Kasta mereka ditentukan oleh apa yang mereka kenakan, seberapa keren dan popular mereka. Jadi, bisa dibilang, kita bisa menyaksikan peragaan busana di VIS setiap hari, terutama hari jum’at saat mereka bebas mengenakan baju bebas, dan nggak dituntut pakai seragam.
“Kami sama-sama berpendapat retail therapy is the next best after Manolo Blahnik Shoes, dan kami juga hanya berteman dengan orang-orang yang statusnya kewl.” –Maybella – Hlm. 40
Di VIS ada sebuah perkumpulan yang terdiri dari empat cewek popular dan paling hawk, dan mereka menyebut diri mereka clique.
Rashi, bisa dibilang dia leader di group ini. Dia punya kemampuan menghancurkan siapa saja yang tidak dia sukai. Rashi ini jenius banget di bidang fashion. Sampai-sampai dia punya blog fashion bernama Ragashii! Bahkan punya fashion line sendiri berlabel IshshI (Baca Is She).
Beberapa saat lalu, seorang anggota clique ada yang dia depak. Namanya Marion. Karena dia berani-beraninya pacaran sama mantan Rashi. Tapi, belakangan Rashi malah menerima Marion lagi. Sepertinya, Marion digunakan Rashi untuk melawan Dico dan Anti-Rashi blog.
Marion ini selalu meniru cara berpakaian, bahkan cara ngomongnya Rashi. Bisa dibilang, Marion adalah Rashi-Wannabe.
Gue yakin lo pasti bertanya-tanya sama diri lo sendiri, kenapa lo nggak bisa kayak gue… Karena lo nggak bisa bikin orang-orang respek dan takut sama lo. And I pity you, because you’re nothing than a wannabe who can think of nothing else but backstabbing her way to fame.” – Rashi – Hlm. 179

Lalu ada juga Adrianna, anggota terakhir yang hobi main bola, dan mulai belajar fashion. Kadang kala, cara berpakaian Ad masih mengundang komentar teman-temannya. Tapi, perkembangan Ad di dunia fashion cukup mengesankan. Ini jelas karena pengaruh besar clique.
Dan nggak ketinggalan ada si model Maybella, cewek bule yang terpaksa pindah sekolah ke Indonesia karena mengikuti orang tuanya. Dia ini penyuka kucing sejati. Dan, dialah yang punya kisah di seri The Glam Girls kali ini.
Kisah Unbelievable dimulai dari Maybella yang memutuskan Ziko, padahal mereka baru saja pacaran. Kemudian, kembalinya Marion di clique. Namun, Marion ini memang ular. Dia menggunakan kesalahan di masa lalu Maybella untuk memerasnya.
Maybella mencoba melepaskan diri dari Marion, tapi cewek ular ini selalu menekannya. Dia selalu mengancam akan membeberkan rahasianya pada Rashi. Dan, Maybella benar-benar ketakutan. Dia nggak siap dikeluarkan dari clique dan menjadi nobody. Apalagi harus kehilangan popularitasnya di VIS.
Seperti apa usaha Maybella membalas Marion? Sebenarnya apa yang Maybella sembunyikan dari Rashi? Dan, apakah rahasia itu tetap terkubur untuk selama-lamanya?

Unbelievable salah satu seri dalam The Glam Girs Novel yang ditulis oleh Winna Efendi.
Aku menemukan gaya menulis yang berbeda dari seorang Winna. Ini lebih menghentak. Lebih berwarna meskipun di awal bab-nya. Nggak seperti novel-novel Winna yang lain, yang biasanya lebih datar di awal bab pertamanya.
Karakter yang dibangun sangat pas dengan jalan cerita, dan juga stabil. Di sini, meskipun Maybella yang menjadi pencerita, namun sosok Rashi lebih menonjol.
Aku memenukan sebuah struktur penokohan yang belakangan jarang digunakan. Yaitu, adanya tokoh antagonis.
Marion berhasil menjadi bagian yang jahat di sini. Sedangkan Adrianna terasa kurang sekali menonjol. Dia seperti hanya sebagai pelengkap cerita.
Dalam novel ini, ada cowok bernama Mario. Dia satu kelompok dengan Maybella saat kelas Biologi. Dan aku juga menyukai karakter cowok ini. Dia terkesan bad boy yang suka tidur di kelas. Meskipun sering nggak memperhatikan pelajaran, ternyata dia tetap bisa mengerjakan soal-soal dengan hasil yang memuaskan. Awesome!
Bagiku, Mario bagian pemanis kisah Maybella. Memang banyak sekali cowok-cowok di hidupnya, karena Maybella diciptakan untuk menjadi seorang playgirl. Dan aku rasa, Mario-lah satu-satunya penakluk hati Maybella yang sebenarnya.
“But I’m just a boy, standing in front of a girl, asking her to love him.” – Mario – Hlm 254

Aku sangat salut sama Winna Efendi dalam hal riset di dunia fashion-nya. Kenapa? Karena saat kamu membaca novel ini, kamu kayak membaca majalah fashion yang bertebaran merk-merk branded, dengan detail busana yang dikenakan para tokohnya. Mulai dari sepatu apa yang mereka pakai, tasnya, dan tentu segala sesuatu yang melekat di tubuh para tokohnya.
Aku sama sekali nggak tahu tentang fashion, jadi kadang nggak ‘ngeh’ sama istilah-istilahnya. Tapi, terserahlah, yang penting ceritanya cukup membuatku tertarik.
Novel ini hampir seperempat bagian didominasi dengan Bahasa Inggris. Sebenarnya agak berlebihan, ya, untuk porsi novel Indonesia. Tapi, okelah, mengingat yang bercerita seorang bule, dengan kehidupan metropolis macam begini.
Endingnya cukup keren. Meskipun malah membuat aku penasaran seperti apa kelanjutan hubungan Mario dan Maybella.
Ratingnya 2,7 dari 5 bintang.

Buku ini bisa langsung kalian order ke aku dengan harga Rp. 30.000 saja (Exc ongkir). Minat? Langsung kontak BBM 74D81B01 atau Whatsapp : 085736100626.

2 comments:

  1. Wah, penasaran ama buku ini tiap ada yang ngereview ;)

    ReplyDelete

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos