Tuesday, June 28, 2016

[Review] REVAN & REINA – Christa Bella



Penerbit : Ikon (Imprit Penerbit Serambi)
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Young Adult, Wattpad
Terbit : Juni 2016
Tebal : 286 hlm
ISBN : 978 – 602 – 74653 – 0 – 5
Harga : Rp. 65.000

Revan mengenal Reina sejak kecil. Kedekatan mereka berkembang sangat pesat menjadi hubungan asmara, meskipun usia Reina lebih tua daripada Revan.
Revan pun tahu, selama ini ada sosok lain di hati Reina, Fabian. Cowok itu tiba-tiba pergi begitu saja dan meninggalkan goresan di hati Reina. Dan, saat itupun tiba, Fabian kembali hadir dalam hidup Reina. Ada kegelisahan tersendiri di hati Revan, karena Revan sangat mencintai Reina. Dia takut kehilangan kekasihnya.
“Kadang emang begitu, ya? Kalau udah terlalu lama merasa memiliki eh, baru sadar kalau ternyata selama ini bukan punya kita.” – Fabian – hlm. 95

Di sisi lain, ada sosok cewek yang diam-diam mencintai Revan, Dira. Hati gadis ini sering kali melambung saat mendapatkan perhatian kecil dari Revan. Dira tidak tahu saja, ada Reina di hati Revan.
Lalu, seperti apa hubungan mereka selanjutnya? Apakah jalur yang mereka tempuh tetap sama atau akhirnya berbelok?
“Yang pasti akan selalu ada cara untuk kembali ke rumah. Serumit apapun jalan yang harus mereka tempuh demi mencapainya.” – hlm. 271

Revan & Reina, novel yang saat cetak pertama sudah dibaca empat juta kali. Jelas, fakta tersebut membuat aku sebagai pembaca berharap banyak, novel ini bisa memenuhi persepsiku tersebut.
Bisa dibilang, karakter Revan jadi daya tarik di novel ini. Tingkahnya yang seenaknya, childish, kata-kata yang asal nyeplos dari bibir dan tangannya – kalau lagi chatting sama temen-temannya dan Reina – bener-bener bikin ngakak. Tapi jangan pandang sebelah seorang Revan. Meskipun tingkahnya kayak begitu, dia bisa jadi cowok dewasa yang bisa sabar dan sangat mencintai Reina dengan caranya yang nggak ada sweet-sweet-nya tapi malah jadi sweet.
Reina memang lebih dewasa daripada Revan. Sesekali, kedewasaannya benar-benar terasa. Dia bagaikan kakak untuk Revan, cuma dia kadang bisa jadi tak kalah childish dari Revan.
“Nana Dalam”, ini panggilan sayang Revan buat Reina. Awalnya rada mikir, tapi pas sadar langsung ngakak. Nana Dalam ternyata pelesetan dari C***NA DA**M. Pantesan si Nana alias Reina kesel banget kalau dipanggil begitu.
Untuk konflik, aku merasa konfliknya sangat sangat datar. Nggak pecah sama sekali. Termasuk penyelesaiannya yang dibuat selesai begitu saja. Aku tegaskan, daya tarik novel ini terletak pada interksi Revan dan Reina, juga Revan dan teman-temannya. Bisa juga dibilang, daya tariknya ada pada kehidupan Revan. Dia benar-benar menampilkan kehidupan super renyah. Bikin kangen masa-masa SMA.
Siapapun yang baca chat Revan and the gank pasti ketawa ngakak. Bahasanya itu bener-benar bahasa cowok. Padahal yang nulis cewek, lho. Tapi, aura cowoknya benera-benar sangat meyakinkan.
Kehadiran Dira dan Fabian kurang membuat konflik jadi greget. Padahal, masalah yang di bawa Fabian ini harusnya bisa mengundang intrik, apalagi kehadiran Dira yang diam-diam suka sama Revan.
Aku juga kurang suka adanya kebetulan dalam siklus hubungan Revan, Reina, Fabian dan Dira. Kesannya, hidup selalu penuh kebetulan. Termasuk adanya penyakit di tengah hubungan mereka – klise abis.
Aku menemukan adegan yang mis. Di halaman 60 paragraf ketiga, “…Sesungguhnya ia merasa sangat canggung berada di dekat Dira sejak insiden di taksi kemari…” Seingatku, nggak ada insiden yang melibatkan taksi, deh. Kalau insiden di depan kafe saat Revan menegur Dira yang roknya tembus, nah itu ada.
Juga kesalahan setting di halaman 195 pada paragraf pertama, disebutkan bahwa saat itu sedang hujan. Tapi, kenapa pas paragraf kedua malah disebutkan seperti ini, “Akhirnya Reina pun membalikkan tubuhnya dan di tengah remang-remang cahaya bulan, ia melihat siluet tubuh seorang laki-laki bertubuh tinggi tegap sedang berdiri menaungi dirinya dari curahan hujan…”.
Setahu aku, kalau hujan sudah pasti mendung, dan cahaya bulan tak mungkin bisa sampai ke bumi. Kecuali hujannya siang, kadang matahari masih kelihatan. Tapi, kalau malam sudah pasti bulan nggak akan kelihatan.
Aku suka sekali desain layout di setiap lembar. Dan, aku suka covernya, cuma aku merasa cover nggak pas sama isi cerita.
Ratingnya 2,1 dari 5 bintang.

No comments:

Post a Comment

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos