Showing posts with label My Baby Bride. Show all posts
Showing posts with label My Baby Bride. Show all posts

Wednesday, June 15, 2016

[Review] DIARY MY BABY BRIDE : ODELLIA RADNER – Sujini_Koe



Penerbit : Titik Media
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Adult, Royal Drama, Seri My Baby Bride
Terbit : 2014
Tebal : 315 halaman
ISBN : 978 – 602 – 7765 – 38 – 2
Harga : Rp. 65.000

Bukan hal yang mudah untuk menjadi Putri Mahkota sekaligus istri seorang Drake Mc Carney di usia yang sangat muda seperti yang harus diperankan oleh Odellia Radner.
Drake pria yang mempesona, banyak sekali wanita yang mengincarnya. Odellia benar-benar harus menahan diri untuk tidak meledak atau mati kesal saat melihat suaminya harus terlibat dengan beberapa perempuan.
Drake mencintainya, Odellia harus yakin itu, karena dia tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. Drake sangat marah saat Odellia meragukan cintanya. Odellia juga harus sangat bersabar, saat Drake sangat sibuk dengan semua pekerjaannya.
“Mengalah saja, Odellia. Mengalah tidak akan menghancurkanmu. Malah akan menyelamatkanmu. Inti dari pernikahan itu adalah saling mengalah. Jangan sama-sama keras kepala. Kau yang rugi.” – Lady Lucia – hlm. 150

Kehidupan sebagai seorang ibu dari Albert dan Kaithlyn membuat hidup Odellia semakin berwarna. Albert – putra pertama mereka – tidak hanya menuruni gen pintar ayahnya, tapi juga gen playboynya. Sedangkan Kaithlyn, dia benar-benar menggemaskan.
Banyak hal yang terjadi dikehidupan rumah tangga Odellia dan Drake. Mereka benar-benar diuji, apakah cinta mereka cukup kuat untuk terus bertahan.
“Kurasa karena cinta” – Odellia.
“Apa itu cukup?” – Jonathan.
“Tidak cukup sih. Masih butuh saling pengertian, saling mengalah, saling percaya… dan masih banyak lagi. Tapi cinta bisa memupuk semua itu…” – Odellia – hlm. 120

Diary My Baby Bride Odellia Radner benar-benar mengobati rasa capek setelah membaca My baby Bride Vol. 4 yang konfliknya nggak bisa diajak santai. Seri ini, kisahnya lebih seperti cerpen. Jadi, setiap bab mempunya problem yang langsung selesai di akhir bab.
Bab pertama tentang kecemburuan Odellia yang hampir memporak-porandakan rumah tangga mereka. Ini gara-gara Bibi Karina – si Biang Gosip yang menceritakan tentang Kaithlyn – sahabat baik Drake dan Ray semasa kuliah.
Bab kedua tentang Albert yang kecil-kecil jadi playboy. Aku tahu, ini hanya keluguan anak kecil. Dia tak mengerti jika caranya menerima gadis-gadis itu menjadi kekasihnya hanya karena tidak ingin membuat mereka menangis, bukan karena Albert memang punya niat menjadi playboy.
Bab ketiga tentang Kaithlyn di masa balitanya. Penulis menuliskan bahasa-bahasa bayi saat menulis bagian ini. Aku jadi gemas sama baby Kaithlyn. Sedangkan, di bab keempat, kita akan bertemu kecemburuan Drake yang sangat bodoh. Ini karena Drake terlalu mencintai istrinya. Aku malah merasa, Drake benar-benar keren. Meskipun, dia kadang bisa sangat gila. Cemburu buta yang sangat berlebihan. Dan masih ada beberapa bab lainnya yang tak kalah seru.
Menurutku, bab yang paling seru itu di Bab Kaithlyn Part 2. Aku merasa Odellia semakin dewasa. Meskipun dia merasakan terancam, namun Odellia tidak langsung menyerang Drake dengan rasa cemburunya. Bahkan, saat serangan itu bergulir dari Kaithlyn – sahabat lama Drake yang diam-diam mencinta Drake – Odellia tetap tenang.
Di bab ini, sebesar apa cinta Drake pada Odellia juga terlihat begitu jelas. Begitu beruntungnya punya suami seperti Drake. Berkorban sangat banyak pun akan tetap terbayar lunas jika kita mendapatkan balasan cinta seperti itu.
Di novel ini, juga ada kisah Ray yang dituntut segera menikah. Bagaimana cara menekan sang kakek agar cucunya itu segera menikah memang sangat menyebalkan untuk Ray, tapi lucu untukku. Dan, akhirnya Ray bertemu wanita yang membuatnya jatuh cinta. Siapa? Dia sahabat Odellia. Coba tebak sendiri.
Membaca Diary My Baby Bride membuat aku ingin menikah dan punya anak. Hidup sebagai ibu rumah tangga terasa sangat menarik saat dilakoni oleh Odellia. Yang masih betah melajang, kayaknya harus baca novel ini.
Rating novel ini 4,5 dari 5 bintang.

Sunday, June 12, 2016

[Review] MY BABY BRIDE VOL. 4 : Akhir dari Cerita – Sujini_Koe



Penerbit : Titik Media
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Adult, Royal Drama, Seri My Baby Bride
Terbit : 2013
Tebal : 472 halaman
ISBN : 978 – 602 – 7765 – 28 – 3
Harga : Rp. 65.000

Putri Mahkota Odellia Radner Mc Carney memutuskan meninggalkan Quinland bersama sahabat baiknya, Kim Dae Jung setelah menyerahkan dirinya pada Putra Mahkota Drake Albert Mc Carney demi menyelamatkan nyawanya, demi memutus tuntas kutukan di diri Pangeran Drake.
Baginya, penyerahan diri itu sebagai bayaran hutang atas apa yang sudah ayahnya perbuat, mencuri harta pusaka negara Quinland.
Korea membawa kembali nama Odellia menjadi Lee Eun Hee. Dia berusaha tegar menghadapi rasa patah hatinya. Namun, sepertinya takdir masih ingin menguji Eun Hee. Dia akhirnya tahu, sahabat baiknya sedang sekarat. Dan belum cukup bebannya, Eun Hee ternyata sedang mengandung anak Pangeran Drake.
Pangeran Drake benar-benar patah hati karena kepergian istrinya. Dia berusaha merebut kebahagiannya lagi. Namun, dia malah menemukan istrinya hampir menikah dengan orang lain.
Pangeran Drake mengakui segala perasaannya, mencoba membuat Eun Hee berubah pikiran. Jujur saja, Lee Eun Hee begitu tersentuh. Namun, dia bimbang. Saat ini, sahabatnya begitu membutuhkannya. Siapa yang dipilih Eun Hee akhirnya? Drake yang sangat dicintainya, atau Dae Jung yang sangat disayanginya?
“Sekarang aku sedang berusaha mendapatkan kesempatan itu lagi. Aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Walaupun untuk itu, aku harus mengorbankan gelar dan kedudukanku, serta rakyat Quinland.” – Drake – hlm. 285

My Baby Bride Vol. 4 : Akhir Dari Cerita, punya konflik yang bikin sakit kepala. Benar-benar konfliknya semakin memuncak seperti magma yang siap meletus kapan saja.
Intrik demi intrik terus bergulir, membuat aku harus sabar – meskipun aku sudah tak sabar lagi – untuk tahu penyelsaian macam apa yang akan disajikan penulis. Namun jujur, aku merasa konflik di seri ini terlalu berbelit-belit,  berputar-putar, sangat menjenuhkan.
Apalagi sikap Eun Hee yang sangat menyebalkan setelah kepergian Dae Jung. Eun Hee memang plin-plan, namun aku masih bisa memakluminya. Tapi, sikapnya yang selalu memeluk foto Dae Jung itu benar-benar bikin naik darah. Kenapa dia bisa berlebihan seperti itu, sih? Egois banget. Aku jadi kasihan pada Drake. *Maaf Spoiler*
Untuk masalah Andromeda Tears, kenapa diselesaikan begitu sederhana. Aku berharap, ada adegan yang menegangkan demi mengambil kembali benda pusaka yang sangat berharga itu dari tangan orang-orang tidak bertanggung jawab.
Dan, untuk penyelesainnya, tampak seperti dipaksakan. Kenapa harus lewat mimpi bertemu Dae Jung baru bisa meluluhkan hati Eun Hee? Kenapa bukan karena tersentuh dengan sikap Drake? Rasanya, aku ingin menyuruh Drake memaksa Eun Hee untuk mengakui perasaannya dan membuang rasa bersalah tak bergunanya itu. *Maaf, spoiler…lagi*
Kemunculan Albert – putra Drake dan Odellia – membuat novel ini punya nuansa yang baru. Aku gemas padanya, apalagi saat dia mengerjai papanya.
Aku tak perlu lagi mengulang kembali kekurangan dalam hal EYD-nya. Seri ini masih punya masalah yang sama. Dan, harusnya penulis juga lebih teliti dalam penggunaan panggilan. Mommy atau mama? Jangan berubah-ubah kalau bisa, biar lebih sempurna.
Sebenarnya, aku juga menemukan penggunaan kata aku dan saya yang sering berubah dalam percakapan Eun Hee pada Drake. Kadang, Eun Hee menggunakan aku, lalu paragraf berikutnya saya.
Jadi, aku memutuskan memberi 3,3 dari 5 bintang untuk seri ini. Wah, dalam sehari aku bisa menghabiskan 1 seri novel ini. Hebat! Kurang 1 buku lagi, Seri Spesial dari My Baby Bride : Diary My Baby Bride Odellia Radner.


Friday, June 10, 2016

[Review] MY BABY BRIDE VOL. 3 : Legenda Lama yang Kembali – Sujini_Koe



Penerbit : Titik Media
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Adult, Royal Drama, Seri My Baby Bride
Terbit : 2013
Tebal : 436 halaman
ISBN : 978 – 602 – 7765 – 27 – 6
Harga : Rp. 65.000

Semakin berat saja hidup Odellia Radner. Selain harus menghadapi kehidupan baru sebagai mahasiswi Universitas Wanita Quinland, Odellia masih harus menghadapi perasaan patah hatinya saat mengetahui dengan semakin jelas hubungan Drake dan Amanda. Bahkan, skandal Drake dan Amanda mulai tercium publik.
“Dan mengenai masa depanku, paman tidak perlu khawatir. Karena masa depanku SAMA SEKALI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN PAMAN!! Masa depanku, di sana sama sekali tidak akan ada paman. Jadi paman tidak perlu takut terus berhadapan dengan orang bodoh seperti aku YANG HANYA BISA MEMBUAT PAMAN MALU!!” – Odellia – hlm. 23

Rasanya, semua beban itu belum cukup membuat hidup Odellia tertekan, dia juga tahu segala rahasia yang coba disembunyikan darinya. Mulai makna kamar yang dia tempati, posisinya di hati Drake, sampai tentang ayahnya.
James Ronald datang bagai pelindung untuknya, sedikit menggantikan posisi Dae Jung sebagai tempat bercurah rasa sedihnya. Namun, James bukan orang yang sama seperti dae Jung. Dia iblis yang menyamar sebagai malaikat.
Odellia semakin terpuruk dengan segala hal yang terjadi padanya. Tapi, Tuhan mengirim Dae Jung untuk duduk di sampingnya, mendengarkan semua tangis Odellia, bahkan menjadi sandarannya saat Odellia benar-benar limbung.
“Kau sendiri yang membuatnya semakin rumit. Gadis itu istrimu! Berapapun usianya, dia tetap bersetatus sebagai istrimu. Kenapa tidak kau hadapi saja dia dengan statusnya itu. Kenapa malah memperumit masalah dengan membawa-bawa hubungan kakak adik, paman keponakan, ayah anak atau kakek dan cucu itu?” – Sergei – hlm. 68

Drake semakin bertanya-tanya tentang makna Odellia di hatinya. Hubungannya dengan Amanda tampak berubah, dan Drake semakin bingung dengan semua yang terjadi. Kedatangan Dae Jung membuat Drake semakin geram. Dia tak bisa melihat apa yang ada di depannya, kedekatan Odellia dan sahabatnya itu.
Namun, Drake harus memilih, dia memilih Odellia atau Andromeda Tears yang lama hilang? Dua-duanya tak ingin dia lepas, benar-benar tak ingin dia lepas. Lalu, bagaimana dengan nasib cinta Dae Jung? Apakah dia akan patah hati lagi saat kembali ke Korea nanti?
“Seorang pria… paling mementingkan harga diri. Satu-satunya saat dia melupakan harga dirinya… kurasa hanya di depan cinta. Cinta pada keluarga, pada negara, pada wanita. Hanya di depan cinta pria-pria seperkasa apapun, sehebat apapun dan dengan harga diri setinggi apapun… baru bisa menekukkan kedua lututnya.” – Dae Jung – hlm. 290
My Baby Bride Vol. 3 : Legenda Lama yang Kembali lebih banyak menyajikan suasana mellow. Aku semakin geregetan sama konfliknya. Ini tentang cinta yang tak terucap karena salah paham. Ini tentang cinta yang tak terucap karena tahu dia hanya sahabat. Ini tentang cinta yang terucap karena tak yakin dengan hatinya sendiri. Satu-satunya jalan hanya bicara, namun itupun sangat sulit, sulit untuk Odellia, Drake, maupun Dae Jung.
Dae Jung mulai punya tempat cukup banyak di novel ini. Perannya sebagai guardian angel Odellia membuatnya harus berkorban banyak. Pria seperti Dae Jung tak mungkin tak membuat jatuh cinta. Sayangnya, Odellia terlanjur mncintai Drake, suaminya sendiri.
Aku sangat simpati pada Dae Jung. Walaupun dia sakit, walaupun dia tahu dia akan mati, dia masih peduli pada Odellia, bahkan dia tak memikirkan dirinya sendiri. Baginya, semua untuk Odellia.
Sikap Drake yang mulai terbakar membuat semua jelas. Dan, aku tahu, Drake pria gentleman. Dia tahu harus bagaimana dan mengambil sikap seperti apa pada Amanda dan Odellia. Meskipun, aku harus menunggu sangat lama, tapi aku puas.
Rasanya, penulis seperti tak rela jika novel ini selesai di seri ketiganya. Dia hobi sekali memunculkan intrik-intrik baru yang soft namun bisa menimbulkan efek dahsyat. Dan baiklah, aku menyukainya meski aku sangat gemas. Ya ampun, kenapa sulit sekali sih menuju pintu gerbang kebebasan? Inikan bukan perang kemerdekaan?
Walaupun beberapa rahasia mulai dijawab, namun pencarian Andromeda Tears yang berbahaya itu belum usai. Lalu, ditambah misteri kematian Mana – ibu Odellia – juga menambah daftar pertanyaan untuk kisah ini.
Aku suka penulis memasukkan legenda lama yang kembali ini, tentang Drake yang kembali sakit dan bagaimana cara penyembuhannya. Aku semakin suka karena Penulis tidak menuruti kemauan pembaca, dia membuang harapan itu jauh, membuat aku lagi-lagi harus bersabar, namun aku lagi-lagi sudah tak sabar untuk menyambar buku terakhirnya, seri keempat.
EYD di novel ini sudah semakin baik. Meskipun, masih ditemukan beberapa kesalahan. Salah satu kesalahan itu, sebenarnya aku sudah menemukannya sejak di seri pertama, namun belum sempat aku sampaikan. Dalam penggunaan “-ah” dan ‘-yah” di belakang nama Korea untuk panggilan informal, ada yang kurang tepat. Harusnya, Eun Hee itu menggunakan “-yah” bukan “-ah” karena Eun Hee diakhiri huruf vocal “e”. Jadi seharusnya “Eun Hee-yah” dan kalau bisa dipisahkan dengan tanda “-“ dan di buat miring pada “-yah”-nya.
Ada beberapa Bahasa Korea yang di sampaikan di novel ini. Namun, tak ada catatan kaki yang menjelaskan artinya. Ini juga terjadi di seri kedua. Ada satu atau dua kalimat bahasa asing, entah bahasa apa yang tak disampaikan artinya dalam catatan kaki. Menurutku, hukumnya wajib memberikan catatan kaki untuk bahasa asing yang tidak familiar di Indonesia. Jika bahasa asing itu Bahasa Inggris, tak menyertakan artinya, tidak masalah.
Endingnya, lagi-lagi jangan berharap kamu akan merasa lega. Belum, masih ada satu lagi, dan sepertinya ending itu memang hanya ada di sana.
Ratingnya 3,6 dari 5 bintang.

Thursday, June 9, 2016

[Review] MY BABY BRIDE VOL. 2 : Good bye Korea – Sujini_Koe



Penerbit : Titik Media
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Young Adult, Royal Drama, Drama Family, Seri My Baby Bride
Terbit : 2013
Tebal : 423 halaman
ISBN : 978 – 602 – 7765 – 24 – 5
Harga : Rp. 65.000

Princess Odellia Radner Mc Carney “Odellia” – jatuh cinta pada suaminya sendiri. Tak ada yang aneh memang, itu jika kau tak tahu seperti apa hubungan di antara mereka – Odellia dan Prince Drake Albern Erling Mc Carney “Drake” – suaminya.
“Aku…sepertinya..sudah jatuh cinta pada suamiku sendiri. Tapi…tapi…walaupun dia itu berstatus sebagai suamiku… dan aku… dan aku jatuh cinta padanya… aku…aku tidak bisa mengungkapkan perasanku karena dia sama sekali tidak menganggapku sebagai istrinya. Dia…hanya menganggapku anak kecil.” – Odellia – hlm 87

Setelah kembali ke Quinland, meninggalkan kakek dan neneknya di Korea, Odellia harus tinggal di kediaman suaminya. Baginya, hidup sebagai Princess bukan hal yang mudah. Banyak aturan dan dia dituntut untuk banyak belajar. Apalagi dengan menanggung cinta yang mati-matian Odellia simpan, ini semua semakin berat. Dia tak ingin siapapun tahu isi hatinya. Bahkan, dia ingin membunuh cinta itu, karena Odellia tahu, cinta Drake bukan untuknya, tapi untuk Amanda.
“…aku… akan memilih jalan Camellia. Gadis itu biar menjadi Lady Diana. Toh pada akhirnya… Charles berakhir bersama Camellia.” – Amanda – hlm. 157

Drake sendiri merasakan hal yang aneh dengannya. Odellia mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi hidupnya. Namun, dia seperti ingin membohongi dirinya sendiri. Belum lagi Amanda yang menuntutnya untuk tak meninggalkannya, membuat Drake semakin bimbang dengan hatinya.
“Kau menjaga Eun Hee dengan baik selama ini. Maksud hati…kakek tahun dan berterima kasih atas hal itu. Tidak ada teman sebaik dirimu. Tapi ada kalanya…jika bukan milikmu… maka selamanya tidak akan jadi milikmu. Karena itu… lepaskan saja.” – Kakek Lee – hlm. 82

Dae Jung – sahabat baik Odellia di Korea yang diam-diam mencintainya – benar-benar hancur saat Odellia pergi ke Quinland. Dia berusaha mati-matian mencari Andromeda Tears – benda pusaka kerajaan Quinland yang dicuri ayah Odellia agar dia bisa membebaskan Odellia dari Drake. Namun, itu bukan sesuatu yang gampang. Dae Jung harus menghadapi orang-orang berbahaya yang bisa saja membunuhnya.
Mampukah Dae Jung menemukan Andromeda Tears? Dan, bisakah Odellia menanggung beban hatinya yang makin lama makin berat karena rasa cintanya pada Drake terluka akibat cinta lain suaminya?
“Tidak apa-apa. Saya yang memilih jalan ini. Maka saya harus siap dengan segalanya. Saya tahu… jalan yang saya pilih ini… hanya akan berakhir dalam kesedihan. Tapi saya tetap memilihnya. Jika waktu diputar ulang… maka saya akan tetap memilih jalan ini.” – Odellia – hl,. 414

My Baby Bride Vol. 2 : Good Bye Korea, semakin seru saja. Konfliknya tidak hanya tentang Drake dan Odellia, juga Amanda. Namun, ditambah dengan pencarian Andromeda Tears yang sangat berbahaya. Ah, ada juga konflik dalam keluarga Dae Jung, tentang hubungan Dae Jung dan ayahnya. Termasuk, seperti apa kisah cinta ayah Dae Jung dan ibunya. Semua sangat menarik, membuat aku tak bisa berhenti untuk membacanya dan tak sabar untuk menyambar buku seri selanjutnya.
Drake samakin membuatku jatuh cinta. Memang, sikapnya pada Odellia tidak romantis. Namun, aku suka caranya bersikap pada Odellia. Interaksi mereka kadang terasa sweet.
Odellia di seri ini semakin dewasa. Memang, terkadang muncul childish-nya. Namun, aku merasa Odellia bukan lagi Lee Eun Hee – gadis SMU yang suka membolos dan sesuka hatinya. Mungkin, karena cinta, cinta yang membuat Odellia tampak berbeda.
Aku sangat gemas dengan hubungan Odellia dan Drake. Mereka itu saling mencintai. Namun, kenapa sulit sekali untuk mengakuinya. Oke, Odellia mengakuinya. Tapi, Drake, dia tampak kesulitan untuk jujur pada dirinya sendiri. Arg… kenapa hal segampang ini jadi begitu rumit? Memang kenapa kalau pria seusia Drake jatuh cinta pada gadis usia 18 tahun?
Aku juga geregetan dengan Amanda. Dia ini perempuan pintar, namun bisa punya pikiran sesempit itu kalau sudah jatuh cinta. Termasuk Drake. Kesannya, Drake begitu lemah di hadapan Amanda.
Dalam seri ini, ada kisah yang sangat dramatis antara ibu Dae Jung dan ayahnya. Aku pikir ayah Dae Jung memang suka berselingkuh. Ternyata, ada fakta yang begitu menyakitkan di balik kisahnya.
Pencarian benda pusaka negeri Quinland juga membuat novel ini semakin seru. Sebegitu berharganya benda itu sampai-sampai mereka mau menempuh jalan apa saja untuk mendapatkannya. Padahal, benda itu punya kutukan.
Aku sudah tak peduli lagi pada typo, tata bahasa yang nggak karuan, tanda baca yang amburadul lagi. Cerita ini sangat mengalir. Penulisnya benar-benar pintar menulis narasinya. Yang kurang ya itu, editing yang harus diulangi lagi. Ya ampun, lagi-lagi aku harus menggerutu, kenapa novel sebagus ini, editingnya nggak karuan. Sayang banget! *Ternyata, aku tetep mengungkapkannya…maaf, nggak bisa nggak mengungkitnya, sih*
Jangan berharap, di seri kedua ini kamu ketemu ending yang melegakan. Belum, masih ada dua seri lagi. Aku benar-benar nggak sabar untuk membaca My Baby Bride Vol. 3. Setelah menulis review ini, aku pasti langsung membaca lanjutannya. Lupakan novel yang lainnya, aku ingin menyelesaikan novel seri ini segera. Aku penasaran banget sama akhir cerita ini.
Rating 4,5 dari 5 bintang.

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos