Tuesday, August 30, 2016

[Review] UNPERFECT MARRIAGE – Marry Maeta Sari



Penebit : Elex Media
Genre : Romance, Fiksi
Kategori : Adult, Penjodohan, Wattpad, Le Mariage
Terbit : 2015
Tebal : 231 hlm
ISBN : 978-602-02-7548-2
Harga : Rp. 49.800

“Dia Dylan, lelaki yang membuatku jatuh cinta, tidak pernah ada sebelum dia, pun setelahnya...” – Nina – hlm. 16

Nina mengagumi Dylan sejak dia masih SMA. Bukan, Nina sudah jatuh hati pada Dylan sejak masih SMA. Sekarang, setelah bertahun-tahun, Nina kembali bertemu Dylan. Bukan sebagai teman lama, namun sebagai calon suaminya. Ibu Dylan menginginkan Nina menjadi menantunya. Dan, Nina jelas tidak menolak niat itu.
Pernikahan mereka benar-benar terjadi. Namun setelah itu, Nina tahu, Dylan terpaksa menikahinya demi berbakti kepada ibunya. Dan, di dalam hati Dylan sudah ada sebuah cinta.
“Nin, kamu tahu bahwa hakikat pernikahan adalah menggenapkan yang belum genap dan menyempurnakan yang kurang sempurna. Dylan bukan lelaki sempurna. Tetap bimbing dia, ya...” Ibu Dylan – hlm. 105

Nina terluka, namun dia menerimanya. Nina tahu Dylan mencintai Winda, tapi dia memilih diam. Karena dia sudah memilih Dylan menjadi suaminya lebih dulu.
Setiap orang memiliki batas kesabaran. Kira-kira seberapa batas kesabaran Nina menghadapi masalah keluarga kecilnya yang baru saja dia bangun? Apakah mustahil bagi Dylan untuk mencintai Nina?
"Aku berharap kamulah yang menolak perjodohan ini. Tapi kamu menerimanya. Bahkan setelah menikah, berkali-kali aku menyakitimu, tak menganggapmu. Tapi kamu tak peduli. Kenapa kamu tak meninggalkanku? Mencari kebahagiaanmu sendiri, kamu berhak untuk berbahagia, Nin...!" – Dylan – hlm. 55
"Sebab di dekatmulah aku merasa bahagia, Mas. Dengan atau tanpa kepedulianmu kepadaku. Bahkan sekalipun pada akhirnya setiap tarikan napasku hanya untuk menghirup luka. Tak apa. Sebab aku terlebih dulu memilikmu. Memilih untuk mencintaimu. Dan semuanya bertambah ketika pernikahan kita, aku hanya perlu taat padamu dengan atau tanpa cintamu." – Nina – hlm 56

Unperfect Marriage, novel bertema perjodohan dan memiliki unsur agama yang sedikit kental – kedua yang aku baca di bulan ini, setelah Novel Jodoh Untuk Naina
Mungkin, untuk beberapa orang bertemu cinta pertamanya kembali dan akhirnya menikah itu sangat manis. Namun, jika cinta kita bertepuk sebelah tangan itu terasa lebih menyiksa, apalagi kita tahu kenyataan itu setelah menikah dengannya.
Nina berhasil menampilkan karakter perempuan tabah, solehah, dan istri yang sangat baik. Dia mengajarkan kepada kita untuk tetap menutup aib keluarga kecilnya kepada siapapun, termasuk pada keluarganya sendiri.
Untuk Dylan, dia hadir menjadi pria yang sebenarnya penuh tanggung jawab, meskipun dia tampak sangat jahat saat menerima Winda menjadi kekasihnya, padahal dia sudah resmi menikah dengan Nina.
Oke, Dylan tampak tidak konsekuen dengan pilihannya. Namun, sejak awal kita tahu Dylan terpaksa menikah dengan Nina. Masalah ini malah membuat Dylan begitu manusiawi meski dia sekedar tokoh fiksi. Jika ini terjadi di dunia nyata, kemungkinan pilihan Dylan akan lebih banyak terjadi.
Di novel ini, tak ada tokoh antagonis yang jahat. Mereka hadir dengan masalah-masalah yang saling berkaitan, seperti hubungan Andika dan Winda di masa lalu, kemudian ada Rara – teman kerja Nina – yang memberi kejutan di akhir cerita, dan Andika yang diam-diam jatuh cinta dengan Nina tanpa dia tahu kalau Nina sudah bersuami.
Penulis berhasil membuat cerita yang berjalan logis, dengan alur cepat. Namun, Aku kurang bisa merasakan atmosfir yang seharusnya hadir dari masalah-masalah tersebut. Seperti rasa patah hati Nina saat melihat Dylan bersama Winda, atau saat Dylan bersikap dingin dengannya.
Dylan memang sering hadir di novel ini sebagai tokoh utama. Namun, aku kurang bisa menangkap kehadirannya secara nyata. Malah karakter Andika yang lebih menonjol, meskipun kadang aku merasa Andika itu selayaknya ABG yang sering berlebihan.
Proses Dylan yang tidak mencintai Nina dan perlahan bisa sedikit demi sedikit menaruh kepedulian pada Nina terasa sedikit instan. Jadi membuat unsur sweet di antara mereka sangat kurang. Aku malah merasa hubungan Rara dan Andika lebih seru.
Untuk masalah sudut pandang yang terlalu banyak sebenarnya tidak terlalu mengagung. Namun, akan lebih baik jika penulis memilih menggunakan sudut pandang pertama atau ketiga saja.
Ratingnya 2,2dari 5 bintang.


No comments:

Post a Comment

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos