Showing posts with label Tantangan Membaca Haru. Show all posts
Showing posts with label Tantangan Membaca Haru. Show all posts

Tuesday, December 8, 2015

[Wrap Up] TANTANGAN MEMBACA HARU



Waduh, sudah ada alarm aja nih buat bikin Post Akhir buat Challenge ini. Padahal, aku belum puas, masih ada beberapa minggu, kan? Tapi, ya nggak apa-apa, sih. Belakangan sedang sibuk-sibuknya. Jadi, mau ngejar tiga buku lagi biar bisa naik kelas ke Fase Sekunder juga kayaknya bakal nggak bisa. So, syukuri saja, lah bisa menyelesaikan tahap Fase Primer.

Kayaknya, tahun 2015 ini Penerbit Haru makin mantap saja. Buku-buku yang diterbitkan sangat menggoda iman. Sampai-sampai, aku keasyikan buat shopping buku meskipun mereka harus rela menunggu waktu luang untuk dibaca.
Dan, inilah novel-novel Penerbit Haru yang sudah aku baca dan aku resensi :

Lebih tujuh buku. Duh, nyesel banget lihatnya. Padahal kurang tiga bisa naik kelas. Hikz… Ya, sudahlah… mau bagaimana, kalau waktu saja bisa semahal ini.
Akhir kata, terima kasih buat Penerbit Haru yang sudah bikin Challenge ini. Tahun depan, usul : Gimana kalau bikin Challenge lagi, tapi buku-buku yang bisa masuk nggak cuma Novel Penerbit Haru saja. Sekalian, deh, Novel Penerbit Spring dan Inari boleh dimasukan. Biar makin gampang ngejar taget.

Resensi – OPERATION : BREAK THE CASANOVA’S HEART



Penulis : Aly Almario
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Penerbit :  Haru
Genre : Romance
Kategori : Terjemahan
Terbit : Oktober 2015
Tebal : 224 halaman
ISBN : 978 – 602 – 7742 – 64 – 2
Harga : 57.000

Ada saat-saat kita salah memilih cinta, kemudian memutuskan untuk mengakhirnya. Lalu, kita bertemu lagi cinta lainnya, dan ternyata tak ada kecocokan, akhirya putus kembali.
Kita boleh bergonta-ganti pacar, karena kita dalam tahap ingin mencari yang terbaik, bukan karena ingin mempermainkan cinta.
“Kau bermain dengan mereka. Kau tidak boleh menganggap mereka serius, atau mereka akan mempermainkanmu dan menyakitimu kemudian menghancurkan hatimu.” – Steve – hlm. 105

Stephen Cruz, dia bergonta-ganti pacar bukan untuk mencari yang terbaik. Tapi, hanya sekedar untuk bermain saja. Ini tidak benar, semua tahu itu. Namun, cewek-cewek yang masuk dalam pesona Stephen tak peduli dengan fakta tersebut. Mereka rela mengantri untuk menjadi pacar Stephen walaupun hanya empat hari.
Buat Naomi Mikhail Perez, Stephen itu cowok yang menjijikkan. Dia tak akan sudi menjadi cewek-cewek yang mengejar Stephen. Tidak akan pernah!
Namun, Naomi harus membungkus keyakinannya itu ke dalam plastik kedap udara dan menyimpannya untuk sementara. Karena Naomi bertekat akan mengejar Stephen hingga akhirnya cowok itu bertekuk lutut padanya.
“Saat kau mencintai seseorang, kau mencintainya begitu saja. Hanya itu yang penting, kan? Kau jatuh cinta begitu saja. Walaupun hubungan terlama yang pernah mereka jalani adalah empat hari…” – Naomi – hlm. 116

Ini bukan tanpa sebab. Teman baik Naomi, Kryzel akhirnya terperangkap pada pesona Stephen dan akhirnya dia patah hati. Naomi ingin membalas dendam. Karena itu, dia menyetujui sebuah kontrak yang ditawarkan KPSC (Koalisi Pembenci Stephen Cruz).
Misi kontrak tersebut adalah menghancurkan hati Sang Casanova. Dan, aturan yang tak boleh dilanggar Naomi hanya ada satu, yaitu tidak boleh jatuh cinta pada Sang Casanova.
“Aku tahu aku tidak boleh mempercayainya, tapi janjinya membuat perasaanku lebih baik dan lebih buruk pada saat bersamaan. Dia berjanji untuk tidak pernah lagi menyakitiku, tapi aku tahu pasti bahwa aku akan menyakitinya. Bahwa itulah rencanaku sejak awal.” – Naomi – hlm. 121

Operation : Break Casanova’s Heart, novel asal Filipina pertama yang aku baca. Sebenarnya, bukan masalah dari mana asal novel ini, tapi bagaimana penulis memaparkan ceritanya, dan aku menilai, penulis berhasil membangun cerita dengan apik, lincah, dan renyah walaupun tema yang diusung sudah sangat umum.
Karakter Naomi yang agak tomboy, tetap terasa tomboy meskipun dia sudah bertransformasi menjadi cewek feminim, karena yang berubah dari Naomi memang hanya penampilannya saja.
Stephen memang playboy banget. Tapi, aku nggak bisa membenci playboy satu ini. Dia manis banget, sih. Lagian, salah cewek-cewek yang pengin jadi pacarnya. Masak, ditawari mau jadi pacarnya pada mau, padahal kan pada tahu, kalau akhirnya tetep bakal kecewa.
Sikap Stephen ke Naomi kadang menyebalkan, tapi kadang manis. Meskipun menyebalkan, jatuhnya tetep manis. Aduh, susah deh menghadapi Casanova yang sudah berpengalaman ini. Menurutku, Stephen jadi playboy bukan karena sebab. Dia hanya takut disakiti, makanya dia memilih tak mau benar-benar mencintai.
“Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah terluka seperti Dad. Aku tidak akan pernah membiarkan wanita punya kekuatan sebesar itu terhadap diriku.” – Stephen – hlm. 30

Seru tidaknya sebuah novel terjemahan, sangat dipengaruhi oleh cara menerjemahkannya. Dan, Penerbit Haru berhasil menerjemahkan novel ini ke dalam bahasa Indonesia dengan baik sekali. Sehingga, aku merasa seperti membaca novel lokal namun berlatar tempat dan tokoh berasal dari Filipina – saking enaknya dibaca.
Aku suka konflik yang muncul di novel ini, termasuk penyelesaiannya. Bagaimana Naomi harus mengatasi hatinya yang mulai masuk dalam pesona Stephen, namun otaknya terus menstimulasinya bahwa Naomi mencintai Drew. Lalu, misi ini akhirnya diselesaikan dengan cara yang tak terpikir olehku.
Yang kurang pas buat aku adalah adanya tragedi kecelakaan. Menurutku, ini sedikit terlalu dramatis. Juga konflik ibu dan anak yang terasa kebetulan sekali. Ada satu lagi, kisah Stephen yang berpisah jarak dengan Naomi karena Stephen harus menjadi Koki di kapal pesiar itu juga ingin sekali aku hilangkan.
Akan jadi sempurna kalau penulis fokus pada konflik kehidupan Stephen, kisah cinta mereka berdua – Stephen dan Naomi, lalu bagaimana akhirnya Naomi bisa membuat Stephen kembali padanya lagi. Sudah, itu saja menurutku malah terasa pas sekali.
Rating untuk novel ini 3,4 dari 5 bintang.


Thursday, November 26, 2015

Resensi – SINGLE VILLE “Rahasia di balik hutan birch putih”




Penulis : Choi Yun Kyo
Penerjemah : Krisnadiari
Penerbit : Haru
Genre : Romance
Kategori : Adult, Terjemahan
Terbit : Desember 2014
Tebal : 300 halaman
ISBN : 978 – 602 – 7742 – 43 – 7
Harga : Rp. 65.000

Beberapa di antara begitu banyak manusia di bumi ini memilih untuk hidup sendiri, sampai matipun sendiri bukan sebuah masalah, itu hanya pilihan hidup, dengan berbagai alasan yang mendasarinya. Entah karena terlalu patah hati, masa lalu yang membuat trauma, atau terlalu mencintai pasangannya yang telah pergi, sehingga memilih terus setia dengan hidup single selamanya.
“Aku hanya tidak ingin menikah, jadi aku tidak perlu mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Mau bagaimanapun hidup berdua agar tidak kesepian dan hidup dengan meminta pertolongan dari orang lain itu sama saja, kan? Apalagi suatu saat kita akan menjadi tua. Pengakuan secara finansial cukup untuk diri kita sendiri. Toh, pengalaman melahirkan dan membesarkan anak bukanlah hal yang harus disyukuri.” – Im So Young – hlm. 84

Jeong Mi In, putri konglomerat kelas atas – Pendiri Single Ville sekaligus penghuni rumah nomor satu – mempunyai alasan sendiri kenapa dia memilih mendirikan Single Ville, dimana penghuninya harus mematuhi peraturan yang dia buat, tidak boleh ada percintaan di kawasan Single Ville.
Awalnya, para penghuni menyetujui syarat tersebut, karena beberapa diantara mereka memang berniat bersembunyi dari apapun di luaran sana, termasuk bersembunyi dari cinta.
Apakah itu akan berhasil?
Choi Yun Seong – seorang penulis yang menempati rumah nomor dua – berharap dia benar-benar aman dari para penganggu. Dia yang terlalu penyendiri harus menghadapi Im Seong Yeong – penghuni rumah nomor tiga – yang sering mengetuk pintunya untuk berbagai masalah yang menimpanya.
Im Seong Young merasa dikuntit dan di terror seseorang. Karena tak tahu lagi minta tolong ke siapa, dia selalu berpura-pura datang ke rumah Yun Seong dengan alasan yang dia buat-buat.
“Cinta yang spesial biasanya memang seperti itu. Dimulai dari kebetulan sepele yang terjadi berkali-kali, hingga akhirnya semua berubah menjadi kebetulan yang dinamakan lingkaran takdir raksasa. Inilah yang nantinya akan menimbulkan benih-benih cinta antara seorang laki-laki dan wanita.” – Hlm. 190

Jeong Geon Woo – Penghuni rumah nomor empat – dia merasa curiga pada Im Seong Young. Dia menduga, Im Seong Young, bukan dia yang sebenarnya. Memang benar, yang menempati rumah nomor tiga memang bukan Im Seong Young, tapi seorang illustrator yang baru saja patah hati karena tunangannya tiba-tiba pergi – Kang Hyeon Ah.
“Kita harus berterima kasih kepaa mantan kita untuk hubungan cinta yang kita miliki sekarang. Sebab, berkat putus dengannyalah kita bisa bertemu dengan orang yang baik, seperti kekasih kita sekarang.” – Kang Hyeon Ah – hlm. 271

Go Seong Min – penghuni rumah nomor lima – adalah seorang mantan detektif yang masing mengejar buronannya. Dia mencurigai salah satu penghuni Single Ville sebagai buronannya tersebut.
Lee Jeong Hyeok – penghuni rumah nomor enam– dia mencoba menghasut penghuni lain untuk memprotes aturan tidak boleh jatuh cinta di kawasan Single Ville. Jeong Hyeok datang ke Single Ville bukan karena dia mau hidup sendiri selamanya. Tapi, untuk menyembunyikan kisah cintanya yang tidak wajar.
“Mereka yang berpacaran adalah orang-orang yang menimbulkan gangguan kepada manusia lainnya hanya dengan bernapas saja. Apa kau tahu? Itulah yang dipikirkan orang lain terhadap mereka yang memiliki sesuatu yang begitu hebat, yang disebut cinta.” – Choi Yun Seong – hlm. 137

Para penghuni Single Ville memang orang-orang penuh masalah. Namun, masalah itulah yang menghubungkan mereka dan mendekatkan mereka. Ada sebuah hungungan tak kasat mata di antara mereka. Dan, pada akhirnya, saat hubungan itu terungkap, banyak sekali yang terkejut.
Mampukah mereka tetap mematuhi aturan Single Ville, atau mereka harus rela menanggung konsekuensi karena melanggarnya?
“Pikirkanlah apa yang tidak dapat kau lepaskan, serta apa yang bisa kau korbankan. Sebab untuk memperoleh apa yang kau inginkan, kau harus segera melepaskan yang lainnya. Dan hal itu berlaku untuk semua orang, baik untuk yang masih lajang maupun yang sudah menikah.” – Lee Jeong Hyeok – hlm 147

Single Ville, sebuah novel terjemahan Korea Pemenang Kyobo Purple Romance Competition 2013. Novel ini menyajikan setting sebuah cottage yang sangat indah. Membuat aku merasa ingin ke sana untuk jalan-jalan di atas salju, dan menikmati hamparan hutan pohon birch putih yang memagari tempat tersebut. Pas sekali tempat ini jika disebut tempat persembunyian.
Di novel ini memang sangat banyak tokohnya. Awalnya, aku sedikit merasa kesulitan untuk fokus pada cerita karena dipusingkan dengan nama tokohnya. Tapi, Penerbit Haru sudah menyiapkan sketsa dan keterangan masing-masing tokoh di halaman depan. Sehingga, saat aku mulai bingung karena lupa, siapa tokoh ini? Aku bisa langsung melihat ke depan, dan langsung paham.
Di dunia ini selalu ada kebetulan, namun dalam novel Single Ville ini sangat banyak sekali kebetulan. Mereka seperti ditakdirkan di kumpulkan dalam satu lingkungan untuk mengetahui kenyataan yang menjadi awal mereka memutuskan untuk tinggal di Single Ville.
Seperti Kang Hyeon Ah, dia sangat membenci penulis dongeng yang ilustrasinya dia buat. Karena dia, Hyeon Ah perpisah dari tunangannya. Di sini juga Hyeon Ah mengetahui alasan sebenarnya kenapa tunangannya memutuskan pergi meninggalkannya.
Lalu, hubungan Im Seo Young yang asli dengan dua pria penghuni Single Ville cukup menarik juga. Kenyataan yang muncul di akhir cerita sedikit membuat aku bilang ‘lho’. Aku nggak menyangka Seo Young mempunyai hubungan dengan pria tersebut.
Kalau masalah kekasih Lee Jeong Hyek, aku sedikit bisa menebak siapa dia, dan ternyata benar.
Jujur, aku agak nggak suka dengan banyaknya kebetulan di novel ini. Namun, karena cerita yang dibawakan cukup enak, dengan kisah yang penuh teka-teki, aku cukup menikmatinya. Meskipun, ada beberapa hal yang belum terpecahkan, seperti masalah buronan yang di kejar Go Seong Min, juga beberapa hubungan asmara yang aku juga belum tahu bagaimana akhirnya.
Endingnya, sedikit menggantung. Memang dibuat begitu, karena novel ini ada sekuelnya, Single Ville II.
Rating novel ini 2,8 dari 5 bintang.

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos